Pemerintah Diminta Lebih Aktif Cegah Masuknya H1N1

Pemerintah diminta lebih aktif mencegah masuknya virus H1N1 atau flu babi, terutama pengawasan terhadap arus masuk orang melalui bandara kedatangan luar negeri, kata anggota Komisi I DPR RI Effendy Choirie.

"Saya lihat pengamanan bandara di Indonesia biasa-biasa saja, tidak sama seperti di sejumlah negara yang cukup siap dalam upaya mencegah flu babi yang kemungkinan dibawa dari luar," katanya di Jakarta, Senin.

Di Jerman, ia mencontohkan, setiap pendatang yang masuk ke negara itu dibagikan masker selain adanya pendeteksi di bandara.
"Saya lihat di beberapa negara Eropa, seperti Jerman itu cukup siaga sebagai langkah pertama pencegahan wabah flu babi. Saat tiba di bandara, semua penumpang dan pendatang dibagikan masker," Kata dia mencontohkan.

Bandara Ngurah Rai (Bali) dan Soekarno-Hatta sebagai pintu masuk orang asing memang telah dipasang thermal scanner, alat pemindai suhu tubuh manusia.
"Tapi, saya rasakan pemasangan alat itu belum mencukupi. Meski belum ditemukan kasus positif flu babi, namun diperlukan kesiapan maksimal, jangan sampai pencegahan dilakukan setelah adanya kasus positif, kata Effendy.

Pemerintah seharusnya memberikan perlindungan maksimal kepada seluruh warga negara, jangan sampai setelah adanya korban baru diantisipasi, ujar Ketua Fraksi Kebangkitan Bangsa DPR RI itu.
Alat pendeteksi yang dipasang di bandara dilengkapi pembersih tubuh (body cleaner) dan rontgen untuk mengonservasi penumpang yang menunjukkan gejala panas tinggi.
Sumber: Kompas. com






Label:

Posting Komentar

Terima kasih sudah mampir di blog ini dan jangan lupa tuliskan komentar anda. JANGAN SPAM...Oke!

[blogger][facebook]

Author Name

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.