Penyerahan Sk Menteri Pertanian Kalimantan Sebagai Pulau Bebas Penyakit Brucellosis Pada Sapi Dan Kerbau

Suatu perkembangan yang menggembirakan bahwa bila pengendalian penyakit dilakukan secara terencana, dilakukan secara bersungguh-sungguh dan dikoor-dinasikan dengan baik maka akan menghasilkan juga keberhasilan yang baik. Kondisi penyakit dalam suatu populasi dapat bersifat dinamis sesuai dengan kondisi lingkungan dan kondisi hospes yang ada di dalam suatu populasi. Dinamika penyakit dalam suatu populasi tentunya bisa dikendalikan dengan mengontrol lingkungan budidayanya maupun ternaknya sendiri yang terserang penyakit.

Salah satu contoh untuk hal tersebut adalah penyakit brucellosis.
Untuk pengendalian brucellosis diperlukan sistem surveilans sesuai dengan kaidah epidemiologi. Dalam kontrol pengendalian penyakit maka diperlukan komitmen untuk mengendalikan hospes, yang dalam hal ini adalah pemotongan sapi reaktor brucellosis yaitu sapi-sapi yang berdasarkan hasil pengujian labora-torium terhadap darahnya menunjukkan hasil positif RBT dan CFT secara laboratoris.

Pada prinsipnya suatu daerah, zona, pulau, negara dapat dinyatakan bebas dari suatu penyakit setelah diadakan surveilans secara kontinyu dan dilakukan tindakan pengendalian reaktor untuk menurunkan jumlah reaktor hingga berada dalam taraf yang bisa diterima secara statistik. Membebaskan hingga ke titik nol adalah suatu kebohongan karena suatu uji laboratorium pasti memiliki apa yang disebut dengan nilai sensitivitas dan spesifitas uji yang akurasinya tidak semuanya bisa mencapai 100% benar.
Presisi dalam pengembilan sampel tentunya juga mempengaruhi hasil akhir. Karenanya bila suatu daerah, zona, pulau atau negara dinyatakan bebas terhadap suatu penyakit, masih diperlukan adanya sistem surveilans berkelanjutan untuk menemukan kembali ternak-ternak yang menunjukkan false negatif dan terbaca negatif pada hasil ujinya.

Surveilans brucellosis di Kalimantan telah dilaksanakan selama 10 tahun ber-jalan di 53 kabupaten/kota dalam 4 propinsi dan tindakan telah dilakukan oleh Dinas Peternakan atau instansi terkait dalam menangani pembangunan peter-nakan di kabupaten/kota dengan memotong segera reaktor brucellosis, sehingga jumlah reaktor menurun setiap tahunnya hinnga dalam taraf serendah mungkin yang bisa diterima secara statistika dan kaidah internasional.

Evaluasi hasil surveilans brucellosis Kalimantan telah dilakukan oleh Komisi Ahli Kesehatan Hewan Direktorat Jenderal Peternakan pada tanggal 22 Desember 2008 di Jakarta dan berdasarkan Surat Keputusan Menteri Pertanian No. 2540/ Kpts/PD.610/ 6/2009 tanggal 15 Juni 2009 dinyatakan bahwa Pulau Kalimantan Bebas dari Penyakit Keluron Menular Brucelosis pada Sapi dan Kerbau. Acara pen-dahuluan SK Mentan tersebut berlangsung saat Rapat Koordinasi Kesehatan Hewan dan Kesmavet yang dilakukan oleh Direktur Kesehatan Hewan ad intern saat pembukaan Rapat Koordinasi Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner yang berlangsung di Kota Tarakan tanggal 27 Juli 2009.

Sumber: ditjennak.go.id

Posting Komentar

Terima kasih sudah mampir di blog ini dan jangan lupa tuliskan komentar anda. JANGAN SPAM...Oke!

[blogger][facebook]

Author Name

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.