November 2009

Masalah lingkungan sebenarnya memiliki solusi yang berasal dari lingkungan juga. Problem gas rumah kaca dan krisis energi misalnya, bisa dijawab dengan biomassa yang asalmulanya dari alam. Bagaimana bisa?.

Gas rumah kaca yang disebabkan oleh bahan bakar fosil, seperti karbon dioksida ketika dilepaskan di atmosfir, keberadaannya akan menghalangi panas yang akan meninggalkan bumi sehingga akan meningkatkan temperature bumi. Bila hal ini terjadi maka maka akan terjadi perubahan iklim yang akan mempengaruhi kualitas kehidupan di lingkungan kita.

Selain disebabkan oleh CO2, gas berikut juga memiliki kontribusi dalam pemanasan global, methane (CH4) dan nitrous oksida (N2O). Pembakaran biomassa sebenarnya menghasilkan CO2 tetapi karbon dioksida yang di hasilkan akan distabilisasi dengan serap kembali oleh tumbuhan, sehingga tidak ada penimbuan karbon dioksida dalam atmosfer dan keberadaannya terus seimbang.

Pengingkatan Temperatur
Tahun 1998 merupakan tahun dimana terjadi peningkatan terbesar temperatur. Peningkatan temperatur ini menyebabkan pencairan es di kutub sehingga volume lautan meningkat dan ketingian permukaan laut meningkat 10 sampai 25 cm. Bahkan di prediksi kan tahun 2100 temperatur akan meningkat secara tajam hingga mencapai 6 derajat celcius. Dampak itulah yangmemicu terjadinya bencana alam yang akan menurunkan kualitas hidup manusia.

Untuk mencegah berbagai macam dampak dari pemanasan global, dapat dilakukan dengan mengurangi atau menghentikan proses yang paling besar dalam memicu gas rumah kaca tersebut yaitu pembakaran bahan baker fosil. Pembakaran bahan baker berkaitan erat dengan pemenuhan sector energi bagi peningkatan perekonomian suatu negara.

Pengembangan biomasa sebagai sumber energi untuk substitusi bahan bakar bisa menjadi solusi untuk mengurangi beredarnya gas rumah kaca di atmosfer. Dengan penggunaan biomassa sebagai sumber energi maka konsentrasi CO2 dalam atmosfer akan seimbang. Pada waktu yang sama manusia makin menyebabkan peningkatan rumah kaca dengan penebangan hutan secara luas (deforestrisasi) sehingga mengurangi kemampuannya untuk menyerap gas CO2. disamping itu hasil hutan yang diperoleh dibakar dan menghasilkan CO2 dan beberapa partikulat matter. Konferensi tentang perubahan iklim telah dilakukan di Kyoto, Jepang pada tahun 1997.

Potensi Biomassa di Indonesia
Indonesia, Sebagai negara agraris yang beriklim tropis memiliki beberapa sumber energi terbarukan yang berpotensi besar, antara lain : energi hidro dan mikrohidro, energi geotermal, energi biomassa, energi surya dan energi angin.

Potensi biomassa yang besar di negara, hingga mencapai 49.81 GW tidak sebanding dengan kapasitas terpasang sebesar 302.4 MW. Bila kita maksimalkan potensi yang ada dengan menambah jumlah kapasitas terpasang, maka akan membantu bahan bakar fosil yang selama ini menjadi tumpuan dari penggunaan energi. Hal ini akan membantu perekonomian yang selama ini menjadi boros akibat dari anggaran subsidi bahan bakar minyak yang jumlahnya melebihi anggaran sektor lainnya.
Energi biomassa menjadi penting bila dibandingkan dengan energi terbaharukan karena proses konversi menjadi energi listrik memiliki investasi yang lebih murah bila di bandingkan dengan jenis sumber energi terbaharukan lainnya. Hal inilah yang menjadi kelebihan biomassa dibandingkan dengan energi lainnya. Proses energi biomassa sendiri memanfaatkan energi matahari untuk merubah energi panas menjadi karbohidrat melalui proses fotosintesis yang selanjutnya diubah kembali menjadi energi panas.

Konversi Biomassa
Penggunaan biomassa untuk menghasilkan panas secara sederhana sebenarnya telah dilakukan oleh nenek moyang kita beberapa abad yang lalu. Penerapannya masih sangat sederhana, biomassa langsung dibakar dan menghasilkan panas. Di zaman modern sekarang ini panas hasil pembakaran akan dikonversi menjadi energi listrik melali turbin dan generator.

Panas hasil pembakaran biomassa akan menghasilkan uap dalam boiler. Uap akan ditransfer kedalam turbin sehingga akan menghasilkan putaran dan menggerakan generator. Putaran dari turbin dikonversi menjadi energi listrik melalui magnet magnet dalam generator. Pembakaran langsung terhadap biomassa memiliki kelemahan, sehingga pada penerapan saat ini mulai menerapkan beberapa teknologi untuk meningkatkanmanfaat biomassa sebagai bahan bakar. Beberapa penerapan teknologi konversi yaitu :
1. Densifikasi
Praktek yang mudah untuk meningkatkan manfaat biomassa adalah membentuk menjadi briket atau pellet. Briket atau pellet akan memudahkan dalam penanganan biomassa. Tujuannya adalah untuk meningkatkan densitas dan memudahkan penyimpanan dan pengangkutan. Secara umum densifikasi (pembentukan briket atau pellet) mempunyai beberapa keuntungan (bhattacharya dkk, 1996) yaitu : menaikan nilai kalor per unit volume, mudah disimpan dan diangkut, mempunyai ukuran dan kualitas yang seragam.
2. Karbonisasi
Karbonisasi merupakan suatu proses untuk mengkonversi bahan orgranik menjadi arang . pada proses karbonisasi akan melepaskan zat yang mudah terbakar seperti CO, CH4, H2, formaldehid, methana, formik dan acetil acid serta zat yang tidak terbakar seperti seperti CO2, H2O dan tar cair. Gas-gas yang dilepaskan pada proses ini mempunyai nilai kalor yang tinggi dan dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan kalor pada proses karbonisasi.
3. Pirolisis
Pirolisis atau bisa di sebut thermolisis adalah proses dekomposisi kimia dengan menggunakan pemanasan tanpa kehadiran oksigen. Proses ini sebenarnya bagian dari proses karbonisasi yaitu roses untukmemperoleh karbon atau aran, tetapi sebagian menyebut pada proses pirolisis merupakan high temperature carbonization (HTC), lebih dari 500 oC. Proses pirolisis menghasilkan produk berupa bahan bakar padat yaitu karbon, cairan berupa campuran tar dan beberapa zat lainnya. Produk lainn adalah gas berupa karbon dioksida (CO2), metana (CH4) dan beberapa gas yang memiliki kandungan kecil.
4. Anaerobic digestion
Proses anaerobic igestion yaitu proses dengan melibatkan mikroorganisme tanpa kehadiran oksigen dalam suatu digester. Proses ini menghasilkan gas produk berupa metana (CH4) dan karbon dioksida (CO2) serta beberapa gas yang jumlahnya kecil, seperti H2, N2, dan H2S. Proses ini bisa diklasifikasikan menjadi dua macam yaitu anaerobic digestion kering dan basah. Perbedaan dari kedua proses anaerobik ini adalah kandungan biomassa dalam campuran air. pada anaerobik kering memiliki kandungan biomassa 25 – 30 % sedangkan untuk jenis basah memiliki kandungan biomassa kurang dari 15 % (Sing dan Misra, 2005).
5. Gasifikasi
Gasifikasi adalah suatu proses konversi untuk merubah material baik cair maupun pada menjadi bahan bakar cair dengan menggunakan temperatur tinggi. Proses gasifikasi menghasilkan produk bahan bakar cair yang bersih dan efisien daripada pembkaran secara langsung, yaitu hidrogen dan karbon monoksida. Gas hasil dapat di bakar secara langsung pada internal combustion engine atau eaktor pembakaran. Melalui proses Fische-Tropsch gas hasil gasifikasi dapat di ekstak menjadi metanol.

Political Will
Semua potensi tersebut tidak bernilai tanpa adanya dukungan dan political will dari pemerintah serta masyarakat luas. Pembentukan tim nasional pengembangan bahan bakar nabati (BBN) dengan menerbitkan blue print dan road map bidang energi untuk mewujudkan pengembangan BBN merupakan langkah yang strategis sehingga dapat dicapai kemandirian energi melalui pengembangan biomassa. Peran serta masyarakat akan sangat membantu dalam pengimplemetasian pengembangan tanaman penghasil bioenergi, sehingga pada akhirnya bangsa ini mampu keluar dari krisis energi dengan pasokan energi bahan bakar nabati yang berkelanjutan
Referensi
1. Singh, R.K and Misra, 2005, Biofels from Biomass, Department of Chemical Engineering National Institue of Technology, Rourkela
2. Presiden Republik Indonesia, 2006, Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 5 Tahun 2006 Tentang Kebijakan Energi Nasional, Jakarta
3. Prihandana, R. dkk, 2007, Meraup Untung dari Jarak Pagar, Jakarta , P.T Agromedia Pustaka
4. Tim Nasional Pengembangan BBN, 2007, BBN, Bahan Bakar Alternatif dari Tumbuhan Sebagai Pengganti Minyak Bumi
5. Daugherty E.C, 2001, Biomass Energy Systems Efficiency:Analyzed through a Life Cycle Assessment, Lund Univesity.
6. Instruksi Presiden, Instruksi Preiden No 1 tahun 2006 tertanggal 25 januari 2006 tentang penyediaan dan pemanfaatan bahan bakar nabati (biofuels), sebagai energi alternative, Jakarta.
7. Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi, 2004, Potensi energi terbaharukan di Indonesia, Jakarta
8. Vest, H., 2003, Small Scale Briquetting and Carbonisation of Organic Residues for Fuel, Infogate, Eschborn, Germany

Sumber: alpensteel.com

Biogas adalah gas yang dihasilkan dari proses penguraian bahan-bahan organik oleh mikroorganisme pada kondisi langka oksigen (anaerob). Komponen biogas antara lain sebagai berikut : ± 60 % CH4 (metana), ± 38 % CO2 (karbon dioksida) dan ± 2 % N2, O2, H2, & H2S.

Biogas dapat dibakar seperti elpiji, dalam skala besar biogas dapat digunakan sebagai pembangkit energi listrik, sehingga dapat dijadikan sumber energi alternatif yang ramah lingkungan dan terbarukan. Sumber energi Biogas yang utama yaitu kotoran ternak Sapi, Kerbau, Babi dan Kuda.

Di negara Cina Sejak tahun 1975 "biogas for every household". Pada tahun 1992, 5 juta rumah tangga di China menggunakan biogas. Reaktor biogas yang banyak digunakan adalah model sumur tembok dengan bahan baku kotoran ternak & manusia serta limbah pertanian.

Kemudian di negara India Dikembangkan sejak tahun 1981 melalui "The National Project on Biogas Development" oleh Departemen Sumber Energi non-Konvensional. Tahun 1999, 3 juta rumah tangga menggunakan biogasReaktor biogas yang digunakan model sumur tembok dan dengan drum serta dengan bahan baku kotoran ternak dan limbah pertanian.

Biogas di Indonesia Mulai diperkenalkan pada tahun 1970-an, pada tahun 1981 melalui Proyek Pengembangan Biogas dengan dukungan dana dari FAO dibangun contoh instalasi biogas di beberapa provinsi. Penggunaan biogas belum cukup berkembang luas antara lain disebabkan oleh karena masih relatif murahnya harga BBM yang disubsidi, sementara teknologi yang diperkenalkan selama ini masih memerlukan biaya yang cukup tinggi karena berupa konstruksi beton dengan ukuran yang cukup besar.

Mulai tahun 2000-an telah dikembangkan reaktor biogas skala kecil (rumah tangga) dengan konstruksi sederhana, terbuat dari plastik secara siap pasang (knockdown) dan dengan harga yang relatif murah. Manfaat energi biogas adalah sebagai pengganti bahan bakar khususnya minyak tanah dan dipergunakan untuk memasak kemudian sebagai bahan pengganti bahan bakar minyak (bensin, solar).

Dalam skala besar, biogas dapat digunakan sebagai pembangkit energi listrik. Di samping itu, dari proses produksi biogas akan dihasilkan sisa kotoran ternak yang dapat langsung dipergunakan sebagai pupuk organik pada tanaman / budidaya pertanian. Potensi pengembangan Biogas di Indonesia masih cukup besar. Hal tersebut mengingat cukup banyaknya populasi sapi, kerbau dan kuda, yaitu 11 juta ekor sapi, 3 juta ekor kerbau dan 500 ribu ekor kuda pada tahun 2005. Setiap 1 ekor ternak sapi/kerbau dapat dihasilkan + 2 m3 biogas per hari.
Potensi ekonomis Biogas adalah sangat besar, hal tersebut mengingat bahwa 1 m3 biogas dapat digunakan setara dengan 0,62 liter minyak tanah. Di samping itu pupuk organik yang dihasilkan dari proses produksi biogas sudah tentu mempunyai nilai ekonomis yang tidak kecil pula.
Manfaat Biogas
Biogas dapat berfungsi sebagai pengganti bahan bakar khususnya minyak tanah dan dipergunakan untuk memasak kemudian sebagai bahan pengganti bahan bakar minyak (bensin, solar). Dalam skala besar, biogas dapat digunakan sebagai pembangkit energi listrik. Di samping itu, dari proses produksi biogas akan dihasilkan sisa kotoran ternak yang dapat langsung dipergunakan sebagai pupuk organik pada tanaman / budidaya pertanian.

Potensi pengembangan Biogas di Indonesia masih cukup besar. Hal tersebut mengingat cukup banyaknya populasi sapi, kerbau dan kuda, yaitu 11 juta ekor sapi, 3 juta ekor kerbau dan 500 ribu ekor kuda pada tahun 2005. Setiap 1 ekor ternak sapi/kerbau dapat dihasilkan + 2 m3 biogas per hari. Potensi ekonomis Biogas adalah sangat besar, hal tersebut mengingat bahwa 1 m3 biogas dapat digunakan setara dengan 0,62 liter minyak tanah. Di samping itu pupuk organik yang dihasilkan dari proses produksi biogas sudah tentu mempunyai nilai ekonomis yang tidak kecil pula.

Sumber: Alpensteel.com

Sekitar 10.000 ribu warga ibu kota Jakarta dan sekitarnya, Sabtu pagi memadati halaman Mesjid Istiqlal demi mendapatkan daging kurban yang dibagikan sejak subuh pukul 04.30 WIB, namun diperkirakan ribuan orang gagal mendapat daging.

"Pembagian daging kurban berlangsung tertib dan lancar," kata Ketua Panitia Ibadah Kurban Mesjid Istiqlal, Syamsudin HA, kepada ANTARA.

Antrian warga yang datang dari daerah Bogor, Tangerang dan Bekasi, sudah terjadi sejak pukul 20.00 WIB (Kamis,27/11), sesaat pemotongan hewan kurban dimulai.

Hampir semua sisi halaman Mesjid Istiqlal dipenuhi warga berjejal dan antrian mengular untuk mendapatkan daging kurban.
Warga yang didominasi kalangan ibu-ibu, banyak datang membawa anak kecil, dan bahkan balita.

Pada antrian tersebut juga terlihat banyak terdapat kaum duafa perempuan berusia tua.
Pada perayaan Idul Adha 1430 H ini, Panitia Badan Pelaksana Pengelola Masjid Istiqlal menyembelih 20 ekor sapi dan 232 ekor kambing.

Daging hewan kurban tersebut dibagikan dengan cara menurkarkan 6.000 kupon yang sudah disediakan panitia Panitia Penyembelihan Hewan Kurban Masjid Istiqlal.
Pembagian kurban melibatkan seluruh tenaga pengaman internal Mesjid Istiqlal dan 20 polisi dari Polsek Metro Gambir, serta 20 orang Satpol PP Jakarta Pusat.

Antrian panjang memperoleh daging kurban membutuhkan perjuangan karena berdesakan-desakan terutama saat mendekati pintu masuk tempat pembagian daging.
Antrian berlangsung lancar, namun jumlah yang padat mengakibatkan sejumlah warga pingsan, dan dua ibu mengaku anaknya terlepas dari pegangannya.
Ibu Endah (29), warga Kalideres, memboyong ketiga anaknya berusia 4 hingga 7 tahun untuk memperoleh daging kurban yang dianggap sebagai rezeki tahunan itu.
Sedangkan ibu Indun (69), warga Kampung Meruyung Cinere mengantri sejak pukul 03.00 WIB.

Namun, pada pukul 06.30 WIB panitia mengumumkan bahwa daging kurban, maupun dalam berbentuk tulang, maupun jeroa sudah habis terbagi.
Ribuan warga dipastikan tidak mendapatkan daging kurban meski sudah menginap sejak subuh di tenda halaman mesjid terbesar di Asia Tenggara itu.

Panitia melalui pengeras suara, memberi pengarahan bagi warga yang tidak mendapat jatah kurban agar tidak berkecil hati, dan diminta mengambil hikmahnya.

"Kita berharap pada tahun depan, jumlah hewan kurban yang diterima panitia lebih banyak, sehingga dapat memenuhi keinginan para mustahik (penerima, red) untuk mendapatkan daging kurban," kata Syamsudin.

Sumber: yahoo.co.id


Virus flu babi atau H1N1 telah menewaskan sekitar 3.900 warga Amerika dari April hingga Oktober tahun ini. Dari jumlah itu 500 di antaranya adalah anak-anak. Data tersebut dikeluarkan pejabat kesehatan Amerika Serikat, Kamis (12/11).

Data yang lebih baik dari data sebelumnya yang bisa didapat menunjukkan wabah flu itu telah menulari sekitar 22 juta orang Amerika dan memasukkan 98.000 orang ke rumah sakit. Anak-anak menerangkan delapan juta dari mereka yang tertular, 36.000 dari mereka yang diopname dan 540 mereka yang tewas.

Sekitar 82 anak Amerika meninggal dalam rata-rata musim flu. Pusat untuk Pengawasan dan Pencegahan Penyakit (CDC) Amerika Serikat menyatakan, H1N1 telah menimbulkan musim flu terburuk sejak 1997. "Apa yang kita saksikan pada 2009 tak pernah terjadi sebelumnya," kata Schuchat dari CDC.

CDC menyatakan para dokter perlu merawat kasus-kasus berat secara cepat dengan obat antiviral seperti Tamiflu, yang dibuat oleh Roche AG (ROG.VX), Relenza, yang diproduksi oleh GlaxoSmithKline (GSK.L) atau untuk kasus berat yang diopnam khususnya, yang dibuat oleh RioCryst.

Semula, CDC memperkirakan kematian akibat flu babi di Amerika 1.200 orang. Dalam rata-rata musim flu, sekitar 36.000 orang Amerika meninggal dan 200.000 orang masuk rumah sakit dengan 90 persen di antara mereka yang meninggal dan yang diopnam berusia di atas 65 tahun.(Ant/DOR)

Sumber:metrotvnews.com

Calo daging kurban bergentayangan di Masjid Istiqlal, Sabtu (28/11) pagi. Mereka ikut mengantre untuk kemudian menjual kembali daging kurban kepada masyarakat yang tak kebagian jatah.

Para calo biasa sudah mangkal tak lama setelah ayam berkokok. Mereka rela mengantre berjam-jam hanya untuk satu kilogram daging. Mereka tak peduli kalau akhinya banyak masyarakat yang lebih membutuhkan tak kebagian jatah.

Daging kurban biasa mereka jual antara Rp 15 ribu-Rp 20 ribu. Sasaran para calo biasanya pedagang sate di sejumlah pasar di Jakarta.

Jubaedah, salah satu warga yang sebal dengan ulah para calo. Selain tak kebagian jatah, warga Jakarta Barat, ini pun harus membeli daging dari mereka seharga Rp 15 ribu per kantong.(ICH/Steveman)

Sumber: metrotvnews.com

Jumlah kematian di daratan utama Prancis akibat virus flu babi H1N1 melonjak dalam satu pekan belakangan, demikian data resmi Kamis.

Jumlah korban meninggal naik jadi 68 hingga 22 November, dengan 22 kematian baru dilaporkan pekan lalu. Enam dari ke-68 korban tersebut sudah memiliki gangguan kesehatan, kata lembaga pemantau kesehatan di negeri itu.

Menteri Kesehatan Roselyne Bachelot mengatakan 750.000 orang sudah diberi vaksin tapi mengakui bahwa banyak pusat vaksinasi menghadapi antrian panjang.

Wabah flu babi H1N1 terus menyebar dan telah menewaskan ribuan orang di seluruh dunia.

Sumber: yahoo.co.id

Pada bulan puasa dan menjelang lebaran marak penjualan daging tidak layak konsumsi yang disinyalir masuk pasaran, daging tersebut merupakan daging yang dipotong tidak melalui Rumah Potong Hewan (RPH).

Dengan demikian diharapkan masyarakat berhati¬hati dan lebih teliti dalam membeli daging. Daging yang dipotong melalui Rumah Potong Hewan (RPH) dijamin kebersihan dan kesehatan serta layak untuk dikonsumsi karena sudah dilakukan pemeriksaan dan tidak mengandung penyakit.

Pada bulan puasa dan menjelang lebaran marak penjualan daging tidak layak konsumsi yang disinyalir masuk pasaran, daging tersebut merupakan daging yang dipotong tidak melalui Rumah Potong Hewan (RPH).

Dengan demikian diharapkan masyarakat berhati¬hati dan lebih teliti dalam membeli daging. Daging yang dipotong melalui Rumah Potong Hewan (RPH) dijamin kebersihan dan kesehatan serta layak untuk dikonsumsi karena sudah dilakukan pemeriksaan dan tidak mengandung penyakit.

Perlu kehati-hatian dalam memilih daging yang dijual dipasaran sebaiknya memilih daging sapi dan kerbau yang digantung sehingga darah menetes ke bawah, dengan demikian prows pematangan daging secara alami dapat dilakukan sebaik mungkin, apabila membeli daging yang dijual diatas meja sebaiknya terlebih dahulu dibanting jika daging licin jangan dibeli karena mulai membusuk.

Ciri daging sapi yang baik adalah daging berwarna merah tua, berserabut halus dengan sedikit lemak, konsistensinya liat, bau beraroma serta tidak berair. Jangan membeli yang berwarna pucat atau berwarna kebiru-biruan karena dikawatirkan sudah membusuk, juga yang serabutnya membengkak dan mengembang karena dikawatirkan berasal dari sapi gelongongan, serta waspadai daging yang bila ditekan tidak kembali keatas karena pertanda daging itu busuk.

Untuk daging kambing dengan ciri daging terdiri atas serabut halus, warna merah muda konsistensi cukup tinggi, banyak lemak di otot, bau khas serta lemak berwarna putih. Sedangkan daging ayam yang baik dengan ciri daging ayam terdiri atas serabut halus, warna daging putih pucat, saat dipegang kenyal, tidak berair dan tidak berbau amis. Disamping itu membeli ayam yang tidak ada gangguan di bagian mata serta tidak berwarna gelap pada ujung sayapnya.

Sumber: ditjennak.go.id



Kambing merupakan jenis ternak yang tergolong ternak ruminansia kecil, hewan pemamah biak, dan merupakan hewan mamalia yang menyusui anak-anaknya. Di samping sebagai penghasil daging yang baik, kambing juga menghasilkan air susu yang mempunyai nilai gizi tinggi dan dapat dikonsumsi oleh masyarakat.

Pemeliharaan kambing sebenarnya sudah lama dilakukan oleh para petani peternak, namun sebagian besar terbatas pada pemeliharaan yang ditujukan sebagai penghasil daging dan baru sebagian kecil yang memanfaatkan kambing sebagai penghasil susu padahal pemeliharaan kambing perah sangat berpotensi diusahakan.Untuk berhasilnya pemeliharaan kambing perah, maka aspek-aspek pemeliharaan atau tata laksana harus benar-benar diperhatikan.

Tata laksana dalam peternakan kambing perah meliputi perkandangan, pemeliharaan dan perawatan kesehatan kambing perah.

A. Perkandangan
Kandang bagi ternak sama halnya dengan rumah bagi manusia. Fungsi utama kandang kambing adalah untuk memberikan perlindungan dari lingkungan yang kurang menguntungkan. Kandang mempunyai fungsi yang sangat vital sebagai berikut.
1. Melindungi ternak dari panasnya sinar matahari, hujan, udara yang dingin, dan angin kencang.
2. Mencegah kambing tidak merusak tanaman di sekitarnya.
3. Membuat kambing dapat tidur dan istirahat dengan tenang.
4. Membuat kambing dapat kawin dan beranak dengan baik.
5. Memudahkan pemeliharaan sehari-hari, misalnya pemberian pakan dan minum, pengawasan terhadap penyakit dan memudahkan melakukan seleksi.
Sistem perkandangan yang baik adalah kandang yang memenuhi syarat-syarat teknis sesuai dengan kehidupan ternak yang akan dipelihara, yaitu meliputi tata letak kandang, konstruksi kandang, bahan kandang dan peralatannya. Hal-hal yang harus diperhatikan dalam membangun perkandangan kambing perah:
1. Kandang yang dibuat harus kuat dan dapat dipakai dalam jangka waktu lama.
2. Ukuran kandang harus disesuaikan dengan jumlah kambing yang dipelihara.
3. Kebersihan kandang harus tetap terjaga, baik di dalam maupun di luar kandang. Kotoran kambing harus rutin dibersihkan untuk menghindari penumpukan kotoran yang berlebihan. Kandang yang kotor dapat menyebabkan gangguan pernafasan akibat gas ammonia dari kotoran dan air kencing.
4. Kandang harus cukup memperoleh sinar matahari pagi agar organism pengganggu seperti kutu, lalat dan parasit-parasit lainnya tidak dapat hidup.
5. Ventilasi kandang harus cukup agar pertukaran udara berjalan baik sehingga udara di dalam kandang tetap sejuk dan tidak pengap.
6. Kandang harus dibangun di tempat yang dekat dengan air atau lokasi yang cukup airnya agar kebutuhan air minum kambing tercukupi dan keprluan membersihkan kandang dan peralatan kandang dapat tercukupi.

Tata letak kandang sangat berpengaruh terhadap kehidupan kambing perah yang dipelihara, terutama terhadap kesehatan kambing. Lingkungan kandang harus mendukung, yaitu kebersihan, sehat, dan ketenangan harus terjamin. Letak kandang harus memenuhi kriteria-kriteria sebagai berikut.
a. Letak kandang harus lebih tinggi dari lingkungan di sekitarnya, yang ditujukan agar kondisi kandang tetap kering di musim hujan.
b. Letak kandang memungkinkan sinar matahari masuk pagi masuk secara merata. Sinar matahari pagi diperlukan sebagai penghangat, pembunuh kuman penyakit, sumber pembentukan vitamin D, dan mengeringkan kandang yang basah akibat kotoran dan kencing. Sedangkan udara segar diperlukan untuk menghilangkan bau yang menyengat di dalam kandang terutama yang berasal dari kotoran dan air kencing kambing.
c. Letak kandang harus terlindung dari angin langsung, terutama angin yang dingin, karena dapat menyebabkan pneumonia pada kambing.
d. Letak kandang harus agak jauh dari pemukiman atau rumah. Kandang juga harus di tempat yang kering dan tidak lembab.
e. Letak kandang harus di tempat yang mudah untuk membuat selokan atau saluran-saluran drainase pembuangan air kencing atau air hujan sehingga tidak menggenangi lingkungan kandang.

Model kandang yang dapat diterapkan dalam peternakan kambing perah adalah kandang panggung dan kandang berlantai tanah. Kandang panggung adalah kandang yang mempunyai kolong atau lantainya lebih tinggi dari permukaan tanah. Sedangkan sistem kandang berlantai tanah tidak terdapat kolong.

Kelebihan dan kelemahan masing-masing model kandang tersebut adalah:
1. Kandang Panggung
Kelebihannya:
1. Kotoran dan air kencing kambing jatuh ke tempat penampungan yang berada di kolong kandang, sehingga kebersihan kandang terjamin.
2. Lantai kandang tidak becek dan lebih kering sehingga kelembaban yang tinggi di dalam kandang dapat dihindari.
Kelemahannya:
1. Biaya pembuatan kandang lebih mahal.
2. Resiko kecelakaan, seperti kambing terperosok karena lantai kandang yang rapuh.
3. Kandang memikul beban yang berat sehingga apabila pembuatan kandang kurang kuat dapat menimbulkan kecelakaan.
2. Kandang lantai tanah
Kelebihannya:
1. Biaya pembuatan lebih murah karena konstruksi lebih sederhana.
2. Resiko kecelakaan lebih kecil dibandingkan kandang panggung.
Kekurangan:
1. Kebersihan kandang kurang terjamin karena tidak terdapat penampungan kotoran dan air kencing.
2. Lantai kandang menjadi becek dan lembab dan kesehatan kambing menjadi kurang terjamin karena lebih mudah terserang penyakit. Untuk mengurangi kelembaban kandang, kandang harus lebih sering dibersihkan.
Bersambung………

Perkembangan penduduk dewasa ini dari tahun ke tahun selalu mengalami peningkatan. Proyeksi peningkatan jumlah penduduk dunia pada tahun 2025 diperkirakan akan meningkat mencapai 8,5 milyar orang atau lebih. Dengan pertambahan jumlah penduduk yang memenuhi planet bumi ini maka kebutuhan pangan semakin meningkat.

Populasi dunia saat ini meningkat pada tingkat 1,5 %, di negara-negara berkembang 1,8 % dan di negara-negara maju bertahan sekurang-kurangnya 0,1 %. Sementara itu tingkat pendapatan riil masyarakat konsumen di Negara-negara berkembang telah mengalami kenaikan dua kali lipat sejak awal 1960-an. Bahkan pada tahun 1980-an, Produk Domestik Bruto (PDB) di negara-negara berkembang telah mengalami pertumbuhan 3 % per tahun. Terdapat korelasi yang positif antara tingkat pendapatan dengan konsumsi protein hewani.

Konsumsi daging, susu dan telur telah diperkirakan akan terus meningkat dan peningkatan ini akan terus berlangsung sampai millennium ketika sehingga menimbulkan revolusi peternakan yang utamanya didorong oleh peningkatan permintaan di Negara-negara berkembang. Pada tahun 1996-1998, rata-rata konsumsi daging 25 kg/kapita/ tahun dan susu 51 kg/kapita/tahun, sepertiga konsumsi daging dan seperlima konsumsi susu di negara-negara maju. Walaupun tingkat konsumsi per kapita per tahun jauh lebih rendah dari negara-negara maju, namun proporsi total konsumsi di negara-negara berkembang untuk daging mencapai 65,1 % dan untuk susu 57,4 % dari total konsumsi dunia (Soekardono, 2009).

Jika melihat kondisi Indonesia sebagai salah satu negara berkembang dan negara yang memiliki jumlah penduduk terbesar ke empat di dunia dengan jumlah penduduk 220 juta jiwa (data BPS tahun 2003) dan diperkirakan terus bertambah dengan proyeksi jumlah penduduk pada tahun 2036 sebanyak 400 juta jiwa maka permintaan dan pemenuhan protein hewani asal ternak akan terus meningkat selaras dengan pertumbuhan jumlah penduduk dan tingkat pendapatan per kapita penduduk.

Menurut standar gizi nasional (Widya Karya Pangan dan Gizi) dalam Soekardono (2009), konsumsi protein hewani asal ternak adalah sebesar 4,5 gr per kapita per hari atau setara dengan 7,6 kg daging, 5,5 kg telur dan susu 4,6 kg per kapita per hari. jika penduduk Indonesia saat ini berjumlah 220 juta jiwa maka untuk memenuhi target tersebut diperlukan daging sebanyak 1,672 juta ton, telur 1,21 juta ton, dan susu 1,012 juta ton. Apabila proyeksi jumlah penduduk Indonesia yang diperkirakan 440 juta jiwa, maka kebutuhan pangan hewani setiap tahunnya untuk daging akan mencapai 5 juta ton/tahun, telur 2,5 juta ton/tahun dan susu 3,5 juta ton/tahun.

Jika angka proyeksi ini dibandingkan dengan tingkat produksi dalam negeri seperti di atas, maka dalam memenuhi kebutuhan itu diperlukan usaha dalam menaikkan produksi daging sekitar 3,5 kali, telur 3 kali dan susu 7 kali lipat dari produksi nasional sekarang.

Untuk pemenuhan pangan dan gizi bagi masyarakat, khususnya pemenuhan protein asal hewan berupa daging, telur dan susu maka usaha di bidang peternakan sebagai salah satu bagian dari pembangunan pertanian harus dikembangkan. Pembangunan peternakan dan perbaikan peternakan sangat diperlukan. Dengan demikian keadaan ini akan menjadi peluang usaha dan investasi yang menjanjikan. Peluang pasar berbagai komoditas peternakan selalu tersedia setiap saat dan selalu meningkat setiap tahun seiring dengan pertambahan jumlah penduduk dan meningkatnya kebutuhan pangan dan gizi.
Kebutuhan makanan manusia yang semakin meningkat itu diperlukan peternakan yang khusus menghasilkan produk-produk tertentu dengan pemberian pakan dan manajemen yang baik. Untuk memenuhi kebutuhan ini, efisiensi konversi makanan, manajemen peternakan harus diperbaiki. Sebagai contoh, untuk sapi perah, kerbau perah ataupun kambing perah faktor penentu dalam merealisasikan efisiensi maksimum adalah produksi susu per ekor dapat dioptimalkan dengan pemberian pakan dan manajemen yang cukup, dalam jangka panjang kemampuan genetik untuk memproduksi susu harus pula dikembangkan.

Untuk sapi dan ternak potong lainnya faktor penentu adalah berat lahir dan pertambahan berat badan harian. Dalam hal ini pun perlu perbaikan-perbaikan dari segi pakan, manajemen dan identifikasi serta penggunaan kemampuan genetik yang tinggi.

Di masa silam para peternak teladan adalah pemelihara ternak yang baik. Di masa mendatang selain sebagai pemelihara ternak, petani-peternak harus mempelajari dan menguasai ilmu-ilmu yang berhubungan dengan tanaman, tanah dan manajemen ternak, makanan ternak dan pengendalian penyakit bahkan ilmu ekonomi sangat dibutuhkan.
Pemenuhan pangan dan gizi masyarakat yang lazim bersumber dari berbagai komoditas yaitu daging, susu dan telur. Kebutuhan akan daging dari tahun ke tahun mengalami peningkatan, begitu juga kebutuhan susu dan telur.

Sumber protein hewani berupa daging dan susu saat ini masih bersumber dari ternak sapi, baik sapi potong dan sapi perah. Khusus untuk susu kebutuhan yang besar masih mengandalkan sapi perah sebagai penghasil terbesar susu yang dikonsumsi masyarakat. Padahal beberapa jenis ternak seperti kerbau dan kambing berpotensi tinggi dalam mensubstitusi sapi perah sebagai penghasil utama susu.

Potensi kambing sebagai penghasil susu di samping sebagai penghasil daging sangat menjanjikan. Hal ini disebabkan karena melihara kambing bukan hal yang baru bagi petani-peternak, akan tetapi pemeliharaan kambing selama ini lebih banyak dikembangkan sebagai penghasil daging dan masih sangat terbatas petani-peternak yang mengembangkan ternak kambing sebagai penghasil susu.

Ternak kambing merupakan salah satu ternak penghasil susu yang cukup di kenal di dunia, tetapi usaha peternakan kambing perah di Indonesia masih belum berkembang dan tersebar luas seperti sapi perah.
Peternakan kambing perah hanya tersebar pada beberapa daerah, terutama di daerah-daerah sepanjang pantai utara Jawa Barat dan Jawa Tengah. Peternak di Indonesia belum banyak yang tertarik untuk mengusahakan kambing perah secara komersial, padahal ternak ini mempunyai prospek yang sangat menjanjikan di masa depan. Selain itu karena terbatasnya sumber daya peternak yang karena kekurangan informasi dan pengalaman tentang manajemen kambing perah membuat perkembangan pemeliharaan kambing perah seakan tidak berkembang.

Kambing merupakan jenis ternak yang tergolong ternak ruminansia kecil, hewan pemamah biak, dan merupakan hewan mamalia yang menyusui anak-anaknya. Di samping sebagai penghasil daging yang baik, kambing juga menghasilkan air susu yang mempunyai nilai gizi tinggi dan dapat dikonsumsi oleh masyarakat.

Potensi Pengembangan Kambing Perah
Pengenalan bangsa kambing yang dapat dijadikan sebagai kambing perah merupakan faktor penting untuk diketahui terlebih dahulu sebelum faktor-faktor lainnya, seperti perkawinan, proses kelahiran, perawatan anak dan induk, pemilihan bibit, manajemen pemerahan, dan lain sebagainya. Peningkatan produksi dan mutu air susu yang dihasilkan sangat dipengaruhi oleh jenis kambing. Setiap jenis kambing mempunyai keunggulan yang berbeda dengan jenis lainnya. Oleh karena itu, pemilihan jenis kambing perah perlu dilakukan agar memperoleh hasil yang optimal. Pengetahuan tentang bangsa-bangsa kambing dengan segala ciri-cirinya menentukan pilihan terhadap jenis kambing perah yang akan dipelihara.

Telah dikenal berbagai jenis kambing yang banyak dipelihara oleh peternak, misalnya jenis kambing Etawah, Peranakan Etawah, kambing Kacang, dan kambing Saanen, namun kebiasaan peternak masih sebatas memelihara kambing sebagai penghasil daging (ternak potong) dan belum memperhatikan keistimewaan kambing-kambing yang dipelihara sebagai penghasil susu. Beberapa jenis kambing yang dapat dikembangkan sebagai penghasil susu adalah:
1. Kambing Etawah
Jenis kambing ini berasal dari Jamnapari India dan banyak dijumpai di Indonesia, dikenal sebagai kambing Benggala. Kambing ini sangat produktif menghasilkan susu. Ciri-ciri kambing ini adalah:
a. Memiliki daun telinga panjang yaitu 25-40 cm dan terkulai ke bawah.
b. Memiliki tanduk, baik pada kambing jantan maupun yang betina.
c. Berat badannya mencapai 68-91 kg untuk kambing jantan dewasa, dan 36-63 kg untuk kambing betina dewasa.
d. Mempunyai kaki panjang dan pada garis belakang kaki tumbuh bulu-bulu panjang.
e. Kambing berukuran besar dan panjang, hidung melengkung. Ekornya kecil dan pendek.
f. Ukuran tinggi badan mencapai 90-127 cm untuk kambing jantan dewasa, dan 76-92 cm untuk kambing betina dewasa.
g. Bulunya berwarna belang hitam putih atau merah, dan ada pula yang berwarna belang cokelat putih.
h. Ambing panjang seperti botol dan produksi susu mencapai 3 liter per hari.

2. Kambing Peranakan Etawah/Jawarandu
Jenis kambing ini merupakan hasil persilangan antara kambing kacang dan kambing etawah. Kambing kacang banyak ditemukan di Indonesia, dan merupakan penghasil daging dan susu. Ciri-cirinya adalah:
a. Memiliki warna bulu bervariasi, ada yang berwarna cokelat muda, hitam dan lain-lain.
b. Memiliki daun telinga panjang, yakni sekitar 18-30 cm.
c. Tinggi badan mencapai 76-100 cm.
d. Memiliki ukuran berat badan sekitar 40 kg untuk yang jantan dewasa dan 35 kg untuk yang betina dewasa.
e. Pada kambing jantan memiliki bulu agak panjang dan lebih tebal yang terdapat pada bagian atas dan bawah leher, serta pada bagian pundaknya. Sedangkan pada yang betina pada bagian garis belakang paha memiliki bulu yang panjang dan tebal.
f. Produksi susu diperkirakan antara 1-1,5 liter per hari.

3. Kambing Kacang
Kambing Kacang merupakan kambing asli Indonesia. Kambing ini dikenal sebagai penghasil daging dan juga penghasil susu. Ciri-ciri badannya adalah:
a. Ukuran badannya kecil dan pendek dengan berat badan sekitar 25 kg untuk jantan dewasa, dan sekitar 20 kg untuk kambing betina dewasa.
b. Ukuran badannya sekitar 60-65 cm untuk kambing jantan dan 56 cm untuk kambing betina.
c. Mempunyai daun telinga pendek dan tegak.
d. Mempunyai tanduk, baik yang jantan maupun yang betina.
e. Mempunyai leher pendek dan garis punggung meninggi.
f. Kambing jantan berjenggot putih, cokelat atau hitam.
g. Warna bulunya bermacam-macam, ada yang putih, cokelat dan hitam.

4. Kambing Marica
Jenis kambing ini merupakan kambing asli Indonesia yang banyak terdapat di daerah Sulawesi. Cirri-cirinya sebagai berikut.
a. Ukuran tubuh kecil.
b. Daun telinganya kecil, pendek dan tegak.
c. Mempunyai kemiripan dengan kambing kacang.
d. Memiliki ekor yang berukuran kecil dan pendek.
e. Berat badannya sama dengan kambing kacang.

5. Kambing Saanen
Kambing ini berasal dari Lembah Saanen, Swiss. Jenis kambing ini merupakan penghasil susu yang unggul. Cirri-ciri badannya adalah:
a. Mempunyai ukuran dada lebar dan dalam.
b. Mempunyai warna bulu putih atau krem pucat/muda.
c. Telinganya tegak dan mengarah ke depan.
d. Mempunyai dahi lebar, ukuran telinga sedang dan berdiri tegak mengarah ke depan dan ke samping.
e. Memiliki tanduk baik pada kambing jantan maupun betina.
f. Lehernya panjang dan halus.
g. Hidung, telinga dan ambingnya berwarna belang hitam.
h. Ukran badan kecil.
i. Produksi susu dapat mencapai 800 kg dalam masa laktasi 250 hari.

6. Kambing Alphine
Kambing ini merupakan penghasil susu, disamping dagingnya juga dapat dikonsumsi. Ciri-cirinya adalah sebagai berikut.
a. Mempunyai warna bulu bervariasi, ada putih, kehitam-hitaman, dan lain-lain.
b. Pada bagian mukanya terdapat garis putih yang terletak di atas hidung.
c. Sebagian memiliki tanduk dan ada yang tidak mempunyai anduk.
d. Ukuran badannya tidak jauh berbeda dengan kambing Saanen.
e. Telinganya pendek dan tegak.

7. Kambing Gembrong
Kambing gembrong banyak terdapat dan diusahakan di Bali. Kambing ini merupakan tipe pedaging dan dapat pula diambil susunya untuk konsumsi.
Ciri-cirinya adalah sebagai berikut.
a. Kambing jantan memiliki bulu yang lebih panjang daripada kambing betina.
b. Mempunyai ukuran tubuh lebih besar daripada kambing kacang.
c. Kepalanya bertanduk.
d. Telinganya pendek dan tegak.
e. Ekornya kecil dan pendek.
f. Kambing ini mempunyai jenggot baik jantan maupun betina.
g. Rambut tumbuh pada seluruh tubuhnya panjang dan halus. Akan tetapi rambut yang tumbuh pada bagian leher dan pinggang lebih panjang terutama yang jantan.

Manfaat Pemeliharaan Kambing Perah
Pemeliharaan kambing sebenarnya sudah lama dilakukan oleh para petani peternak, namun sebagian besar terbatas pada pemeliharaan yang ditujukan sebagai penghasil daging dan baru sebagian kecil yang memanfaatkan kambing sebagai penghasil susu padahal pemeliharaan kambing perah sangat berpotensi diusahakan.
Air susu kambing merupakan hasil utama dari ternak perah yang mempunyai kandungan gizi tinggi. Air susu kambing proteinnya tidak kalah dari susu sapi, protein susu kambing adalah 3,7 % sedangkan susu sapi adalah 3,3 %. Susu kambing mempunyai kandungan gizi lengkap dan baik untuk kesehatan, sehingga dapat menjadi pilihan bagi yang tidak bisa mengkonsumsi susu sapi (lactose intolerance). Ia rendah laktosa sehingga tidak menimbulkan diare.

Keunggulan lainnya, susu kambing tidak mengandung beta-lactoglobulin. Senyawa alergen itu sering disebut sebagai pemicu reaksi alergi seperti asma, bendungan saluran pernapasan, infeksi radang telinga, eksim, kemerahan pada kulit, dan gangguan pencernaan makanan. Meski tidak membawa dampak alergi atau berisiko rendah menimbulkan alergi, jangan mengartikan susu kambing dapat dijadikan obat untuk menghilangkan reaksi alergi.

Sekalipun ada beberapa kasus alergi hilang karena mengkonsumsi susu kambing.Rantai asam lemak susu kambing lebih pendek dibanding susu sapi sehingga lebih mudah dicerna dan diserap sistem pencernaan manusia. Kandungan asam kaprik dan kapriliknya mampu menghambat infeksi terutama yang disebabkan oleh cendawan candida. Susu kambing juga tidak mengandung agglutinin yaitu senyawa yang membuat molekul lemak menggumpal seperti pada susu sapi. Itu sebabnya susu kambing mudah diserap usus halus.

Selain dikonsumsi, susu kambing baik juga untuk perawatan kulit. Sabun yang terbuat dari campuran susu kambing memiliki tingkat keasaman yang menyamai kulit. Efeknya terasa lembut di kulit dan tidak menimbulkan iritasi. Beberapa penelitian melaporkan penggunaan sabun ekstrak susu kambing memulihkan kelainan kulit seperti psoriasis dan eksema.

Asih (2004) menyatakan, air susu kambing mempunyai kelebihan-kelebihan jika dibandingkan dengan air susu ternak lainnya. Susu kambing dapat dipakai sebagai obat beberapa macam penyakit, sehingga beberapa rumah sakit selalu menyediakan air susu kambing untuk pasiennya. Air susu kambing juga dikatakan sebagai susu yang paling mendekati komposisi air susu ibu (ASI). Sifat-sifat fisik air susu kambing lebih baik dari pada air susu ternak lain, yaitu:
a. Warnanya lebih putih.
b. Globula lemaknya lebih kecil dan beremulsi dengan susu, sehingga lemak susu kambing tidak bisa muncul ke permukaan, tanpa dipisahkan dengan mesin pemisah (mechanical separator).
c. Lemak susu kambing bentuknya lebih halus, sehingga lebih mudah dicerna, card proteinnya lebih lunak, sehingga protein mudah dicerna dan memungkinkan untuk dipakai membuat keju yang spesial.
d. Protein yang lebih mudah dicerna merupakan keuntungan praktis untuk makanan bayi.
e. Sangat berguna atau cocok untuk menghilangkan gejala-gejala “stress neurotic indigestion” dan air susu kambing mempunyai nutrient digestibility tinggi.
f. Mempunyai efek laxantif yang lembut, serta kandungan vitamin (A, B komplek dan E), dan mineral (Ca dan P) lebih tinggi.
g. Air susu kambing dapat dipakai sebagai pengganti susu sapi, terutama pada orang yang alergi dengan susu sapi dan untuk orang-orang yang mengalami berbagai gangguan pencernaan.

Beberapa manfaat yang dapat diperoleh dalam memelihara kambing perah adalah pemenuhan gizi keluarga berupa air susu kambing terutama untuk daerah-daaerah pedesaan. Dilihat dari kandungan protein yang lebih tinggi dari pada susu sapi, maka kemungkinan produksi susu kambing dapat ditingkatkan dan dimasyarakatkan, terutama untuk memenuhi kebutuhan susu di masyarakat yang semakin meningkat, di samping juga untuk meningkatkan pendapatan petani peternak melalui penjualan susu.

Manfaat lain dari pemeliharaan kambing perah adalah sangat mudah dipelihara dan tidak membutuhkan suatu keahlian yang khusus, tidak membutuhkan tanah yang luas ataupun tenaga yang banyak, tidak pilih-pilih dalam mencari makanan sehingga kambing dapat berkembang baik di pedesaan maupun di kota-kota besar yang sulit untuk mendapatkan hijauan makanan ternak yang baik (Zumrotun, 2002).

**Tulisan ini diolah dari berbagai sumber, dan menjadi salah satu bahan tugas penulis pada kuliah Program Pascasarjana manajemen Sumberdaya Peternakan

Sejak persepakatan Kyoto tahun 1997 tentang pemanasan global, perubahan iklim justru menunjukkan gejala memburuk dan makin cepat - melebihi perkiraan terburuk ditahun 1997.

Ketika dunia selama belasan tahun bicara tentang pemanasan global, lautan Artik yang tadinya beku kini mencair menjadi jalur-jalur baru perkapalan. Di Greenland dan Antartika, lapisan es telah berkurang triliunan ton. Gletser di pegunungan Eropa, Amerika Selatan, Asia, dan Afrika menciut sangat cepat.

Bersama itu pula, menjelang konferensi tingkat tinggi iklim di Kopenhagen bulan depan, fakta-fakta perubahan iklim lainnya terus berlangsung, antara lain:
* Semua samudera di dunia telah meninggi 1.5 inchi.
* Musim panas dan kebakaran hutan makin parah di seluruh dunia, dari Amerika bagian barat hingga Australia, bahkan sampai Gurun Sahel di Afrika utara.
* Banyak spesies kini terancam karena berubahnya iklim. Bukan saja beruang kutub yang kepayahan bermigrasi (yang telah menjadi ikon pemanasan global), tapi juga pada kupu-kupu yang sangat rapuh, berbagai spesies kodok, dan juga pada hutan-hutan pinus di Amerika utara.
* Temperatur selama 12 tahun terakhir lebih panas 0.4 derajat dibandingkan dengan 12 tahun sebelum 1997.

Sebelumnya, di tahun 90'an, para peneliti tak ada yang memperkirakan perubahan iklim akan separah saat ini, dan tak ada yang mengira semuanya akan terjadi secepat ini. "Penelitian terakhir menyatakan bahwa keadaan kita lebih pelik dari yang tadinya disangka," kata Janos Pasztor, penasehat iklim bagi Sekjen PBB, Ban Ki-moon.

Sejak perjanjian untuk mengurangi polusi gas berefek rumah kaca ditandatangani di Kyoto, Jepang, Desember 1997, level karbondioksida di udara telah meningkat 6,5 persen. Petinggi dari seluruh dunia akan bertemu lagi di Kopenhagen bulan depan untuk membentuk suatu perjanjian lanjutan, yang menurut Presiden Barack Obama "akan berdampak langsung secara operasional .... dan merupakan kemajuan dalam usaha menyatukan dunia untuk mencari pemecahan."

Meski begitu, nyatanya usaha terakhir di Kyoto tak mendapatkan hasil yang diinginkan.
Dari 1997 hingga 2008, emisi karbondioksida di dunia akibat penggunaan bahan bakar fosil telah meningkat 31 persen; emisi gas berdampak rumah kaca di Amerika juga naik 3,7 persen. Emisi dari China, yang kini merupakan penyebab polusi terbesar untuk jenis ini, telah berlipat dua selama periode 12 tahun ini. Ketika senat AS keberatan atas persetujuan terdahulu dan Presiden George W Bush mengundurkan diri dari hal itu, artinya 3 penyebab polusi terbesar dunia - AS, China, dan India - tak berpartisipasi dalam perjanjian pengurangan emisi itu. Negara berkembang tak diikutsertakan dalam protokol Kyoto dan kini hal itu akan menjadi salah satu masalah utama di Kopenhagen.

Dan gas berefek rumah kaca ternyata lebih kuat dampaknya dan lebih cepat terbentuknya daripada perkiraan, kata para ilmuwan. "Di tahun 1997, dampak dari perubahan iklim dipandang rendah; kini rasio perubahan makin cepat," kata Virginia Burkett, peneliti perubahan iklim global dari Survei Geologis AS.

Pernyataan terakhir itu mengkhawatirkan mantan Wapres Al Gore, yang membantu menengahi perjanjian menjelang akhir pertemuan di Kyoto. "Perbedaan yang paling serius yang kita alami adalah percepatan krisis itu sendiri," kata Gore dalam wawancara bulan ini.

Tahun 1997, pemanasan global adalah bahan pembicaraan ilmuwan bidang iklim, pakar lingkungan, dan pelobi kebijakan. Sekarang para pakar biologi, pengacara, ekonom, insinyur, analis asuransi, manajer resiko, pakar bencana alam, pedagang komoditas, ahli nutrisi, pakar etika, dan bahka psikolog turut terlibat dalam topik pemanasan global.

"Kita telah berjalan dari 1997, dimana pemanasan global adalah masalah abstrak di kalangan cendikiawan, hingga sekarang dimana masalah ini dibicarakan semua orang," kata Andrew Weaver, ilmuwan bidang iklim dari Universitas Victoria.

Perubahan dalam 12 tahun terakhir yang paling mengkhawatirkan para ilmuwan adalah yang terjadi di Artik, dimana lautan es musim panasnya lumer, dan hilangnya massa es beralas daratan pada lokasi-lokasi kunci di seluruh dunia. Semuanya terjadi jauh lebih cepat dari perkiraan.

Dahulu di tahun 1997 tak ada orang yang menyangka bahwa lautan es di Artik bisa meleleh - ini dimulai kira-kira 5 tahun yang lalu, - kata Weaver. Dari 1993 hingga 1997, es di lautan biasanya mengecil kira-kira menjadi 2,7 juta mil persegi di musim panas. Dalam lima tahun terakhir rata-rata hanya menjadi 2 juta mil persegi. Selisih itu sebesar Alaska.

Antartika mengalami peningkatan es laut yang kecil, dikarenakan efek dingin dari lubang di ozon, menurut Survei Antartika Inggris. Dalam waktu bersamaan, bongkah-bongkahan besar dari lapisan es lepas dari semenanjung Antartika.

Walau es di Samudera Artik tak meningkatkan permukaan laut, tapi lumernya lapisan es raksasa dan gletser bisa menaikkan permukaan laut. Kedua hal tersebut terjadi dengan cepat di kedua kutub bumi.

Pengukuran menunjukkan bahwa sejak tahun 2000, Greenland telah kehilangan lebih dari 1,5 triliun ton es, sementara Antartika 1 triliun ton sejak 2002. Menurut beberapa laporan dari Dewan Antar-Pemerintahan untuk Perubahan Iklim, para ilmuwan tidak mengantisipasi hilangnya lapisan es di Antartika, kata Weaver. Dan rasio kecepatan melelehnya es makin tinggi, sehingga lapisan es di Greenland kini meleleh dua kali lebih cepat dibanding tujuh tahun lalu, sehingga meninggikan permukaan laut.

Gletser di seluruh dunia menciut tiga kali lebih cepat dibanding tahun 1970'an dan rata-rata tiap gletser telah kehilangan es setebal 25 kaki (7,62 m) sejak 1997, kata Michael Zemp, peneliti di Badan Pengawan Gletser Dunia di Universitas Zurich.

"Gletser adalah pengukur iklim yang handal, " kata Zemp. "Yang terjadi adalah hilangnya es yang makin cepat."
Dan permafrost - yaitu kawasan beku di utara juga meleleh dengan kecepatan yang mengkhawatirkan, kata Burkett.

Ada satu lagi dampak pemanasan global - baru diketahui setelah tahun 1997 - yang membuat ilmuwan gigit jari. Semua samudera makin asam karena banyaknya karbondioksida yang diserap oleh air. Ini menyebabkan pengasaman, suatu isu yang bahkan tak diberi nama hingga beberapa tahun terakhir.

Air yang lebih asam akan merusak karang, kerang, dan plankton, yang ujungnya mengancam rantai makanan di lautan, kata para bakar biologi.
Di tahun 1997, "tak disebut perihal tumbuhan dan satwa" dalam hal pemanasan global. Namun kini keduanya ikut terancam, kata pakar biologi Universitas Stanford, Terry Root. Kini para ilmuwan sedang memikirkan spesies mana saja yang bisa diselamatkan dari kepunahan dan mana yang sudah tak tertolong. Beruang kutub adalah spesies pertama di daftar federal untuk spesies terancam, dan hewan sejenis kelinci kecil dari Amerika, Pika, kemungkinan juga terancam.

Lebih dari 37 juta hektar hutan pinus di Kanada dan Amerika telah dirusak oleh kumbang yang tak mati (terkendali populasinya) karena musim salju tak sedingin dahulu lagi. Dan di Amerika bagian barat, jumlah daerah yang mengalami kebakaran berlipat.

Penampung Sungai Colorado, penyedia air besar untuk Amerika Barat, hampir penuh di tahun 1999, tapi di tahun 2007 setengah dari persediaan air telah hilang setelah daerah itu menderita kemarau berkepanjangan terparah dalam catatan seabad.

Kerugian asuransi dan pemadaman listrik menjulang dan para ahli mengatakan bahwa pemanasaan global turut ada andilnya juga di sini. Jumlah pemadaman listrik sehubungan cuaca di Amerika dari 2004-2008 tujuh kali lebih tinggi dibanding tahun 1993-1997, kata Evan Mills, kata staf peneliti dari Lab. Nasional Lawrence Berkeley.

"Pesan dari segi ilmu pengetahuan ialah bahwa kini kita tahu lebih banyak dibanding tahun 1997, dan semuanya kabar buruk," kata Eileen Claussen, ketua dari Pusat Perubahan Iklim Global di Pew. "Keadaannya lebih parah dari perkiraan manapun."

Sumber: Kompas.com

Beberapa manfaat yang dapat diperoleh dalam memelihara kambing perah adalah pemenuhan gizi keluarga berupa air susu kambing. Dilihat dari kandungan protein yang lebih tinggi dari pada susu sapi, maka kemungkinan produksi susu kambing dapat ditingkatkan dan dimasyarakatkan, terutama untuk memenuhi kebutuhan susu di masyarakat yang semakin meningkat, di samping juga untuk meningkatkan pendapatan petani peternak melalui penjualan susu.

Air susu kambing merupakan hasil utama dari ternak perah yang mempunyai kandungan gizi tinggi. Air susu kambing proteinnya tidak kalah dari susu sapi, protein susu kambing adalah 3,7 % sedangkan susu sapi adalah 3,3 %. Karena kandungan proteinyang tinggi, susu kambing sangat baik untuk pertumbuhan dan pembentukan jaringan tubuh.

Misalnya, Secangkir susu kambing yang setara 244 g mengandung protein 8,7 g. Bandingkan dengan susu sapi yang hanya mengandung protein 8,1 g.Protein yang terdapat pada susu kambing mencakup 22 asam amino termasuk 8 asam amino esensial seperti isoleusin, leusin, dan fenilalanin. Asam amino esensial di dalam tubuh merupakan senyawa penting pembentuk sejumlah senyawa hormon dan jaringan tubuh. Susu kambing juga sumber mineral kalsium, fosfor, kalium, riboflavin (vitamin B2), dan protein.

Asih (2004) menyatakan, air susu kambing mempunyai kelebihan-kelebihan jika dibandingkan dengan air susu ternak lainnya. Susu kambing dapat dipakai sebagai obat beberapa macam penyakit, sehingga beberapa rumah sakit selalu menyediakan air susu kambing untuk pasiennya. Air susu kambing juga dikatakan sebagai susu yang paling mendekati komposisi air susu ibu (ASI). Sifat-sifat fisik air susu kambing lebih baik dari pada air susu ternak lain, yaitu:
a. Warnanya lebih putih.
b. Globula lemaknya lebih kecil dan beremulsi dengan susu, sehingga lemak susu kambing tidak bisa muncul ke permukaan, tanpa dipisahkan dengan mesin pemisah (mechanical separator).
c. Lemak susu kambing bentuknya lebih halus, sehingga lebih mudah dicerna, card proteinnya lebih lunak, sehingga protein mudah dicerna dan memungkinkan untuk dipakai membuat keju yang spesial.
d. Protein yang lebih mudah dicerna merupakan keuntungan praktis untuk makanan bayi.
e. Sangat berguna atau cocok untuk menghilangkan gejala-gejala “stress neurotic indigestion” dan air susu kambing mempunyai nutrient digestibility tinggi.
f. Mempunyai efek laxantif yang lembut, serta kandungan vitamin (A, B komplek dan E), dan mineral (Ca dan P) lebih tinggi.
g. Air susu kambing dapat dipakai sebagai pengganti susu sapi, terutama pada orang yang alergi dengan susu sapi dan untuk orang-orang yang mengalami berbagai gangguan pencernaan.

Susu kambing mempunyai kandungan gizi lengkap dan baik untuk kesehatan, sehingga dapat menjadi pilihan bagi yang tidak bisa mengkonsumsi susu sapi (lactose intolerance), sehingga tidak menimbulkan diare.
Keunggulan lainnya, susu kambing tidak mengandung beta-lactoglobulin. Senyawa alergen itu sering disebut sebagai pemicu reaksi alergi seperti asma, bendungan saluran pernapasan, infeksi radang telinga, eksim, kemerahan pada kulit, dan gangguan pencernaan makanan. Meski tidak membawa dampak alergi atau berisiko rendah menimbulkan alergi, jangan mengartikan susu kambing dapat dijadikan obat untuk menghilangkan reaksi alergi.

Sekalipun ada beberapa kasus alergi hilang karena mengkonsumsi susu kambing. Rantai asam lemak susu kambing lebih pendek dibanding susu sapi sehingga lebih mudah dicerna dan diserap sistem pencernaan manusia. Kandungan asam kaprik dan kapriliknya mampu menghambat infeksi terutama yang disebabkan oleh cendawan candida.
Susu kambing juga tidak mengandung agglutinin yaitu senyawa yang membuat molekul lemak menggumpal seperti pada susu sapi. Itu sebabnya susu kambing mudah diserap usus halus.

Susu kambing menyumbangkan 32,6% kalsium dan 27,0% fosfor dari kebutuhan dasar harian. Sementara susu sapi hanya memberikan 29,7% kalsium dan 23,2% fosfor dari kebutuhan dasar harian. Sebagai sumber kalsium, susu kambing bagus untuk pemeliharaan kekuatan dan kepadatan tulang. Dalam proses mineralisasi tulang, kalsium dan fosfor membentuk kalsiumfosfat-komponen utama mineral kompleks yang membentuk struktur dan kekuatan kepada tulang.Kalsium melindungi sel usus besar dari risiko kanker akibat zat kimia yang melewatinya, mencegah pengeroposan tulang setelah masa menopause atau radang sendi, mencegah migrain, menurunkan risiko timbulnya gejala sindroma premenstrual haid.

Air susu kambing berperan pada sejumlah kegiatan fungsional seperti proses pembekuan darah, merangsang saraf, kontraksi otot, pengaturan aktivitas enzim, pemberdayaan fungsi membran sel, dan pengaturan tekanan darah. Terkait dengan aktivitas fungsional itu, sistem tubuh yang kompleks mengatur jumlah kadar kalsium di dalam darah secara seksama. Tujuannya supaya tidak terjadi kekurangan kadar kalsium di dalam darah. Pengambilan kalsium dari dalam tulang akan terjadi bila asupan kalsium kurang akibat gizi yang tidak berimbang.

Selain dikonsumsi, susu kambing baik juga untuk perawatan kulit. Sabun yang terbuat dari campuran susu kambing memiliki tingkat keasaman yang menyamai kulit. Efeknya terasa lembut di kulit dan tidak menimbulkan iritasi. Beberapa penelitian melaporkan penggunaan sabun ekstrak susu kambing memulihkan kelainan kulit seperti psoriasis dan eksema.

Diolah dari berbagai sumber


IFP atau Ford Foundation International Fellowships Program merupakan program beasiswa terbesar dari The Ford Foundation, yaitu organisasi nirlaba berpusat di New York, Amerika Serikat (AS). Di Indonesia, IFP dikelola oleh The Indonesian International Education Foundation (IIEF). Tak lain, sebuah lembaga pendidikan nirlaba swasta di bidang pengembangan dan pertukaran pendidikan, serta pelatihan.

Pengalaman IIEF cukup banyak dalam pengelolaan berbagai program beasiswa yang didanai oleh lembaga donor internasional. Khusus program ini, IIEF menyalurkan IFP untuk menyediakan beasiswa pascasarjana bagi anggota masyarakat yang kurang memiliki kesempatan menempuh pendidikan tinggi. Penduduk di daerah terpencil, masyarakat adat, masyarakat terpinggirkan, masyarakat di kawasan konflik atau pasca konflik pun berhak dan berkesempatan besar meraih beasiswa ini.

Memang, untuk itulah IFP disiapkan. Selain itu, mereka yang juga diberikan kesempatan sama adalah para mahasiswa dari golongan minoritas etnik, penderita cacat fisik atau sensorik, serta kaum perempuan.

Persyaratannya tidak sulit. Para pelamar harus berkewarganegaraan Indonesia dan menetap di Indonesia. Selain harus sudah menyelesaikan program studi sarjana S-1 atau S-2 dengan prestasi berkategori sangat baik, Anda pun harus berperan aktif dalam masyarakat, memiliki rencana kerja untuk menerapkan pelajaran sesuai tujuan atau visi dan misi Ford Foundation.

Komitmen melaksanakan rencana kerja itu pun harus tinggi setelah Anda kelak menyelesaikan masa studi. Dan, --semoga ini merupakan kabar baik, disebutkan pula di persyaratan penerima beasiswa, bahwa pelamar perempuan sangat dianjurkan untuk mendaftar.

Anda tertarik? Berikut ini daftar bidang minat Ford Foundation yang dapat dipilih, sementara kriteria daftar disiplin atau program studi ditentukan sendiri dan disesuaikan dengan bidang minat tersebut, yaitu antara lain:

* Pengembangan Masyarakat (Community Development)
* Lingkungan dan Pembangunan (Environment and Development)
* Keuangan Pembangunan dan Sekuritas Ekonomi (Development Finance and Economic Security)
* Pengembangan Angkatan Kerja (Workforce Development)
* Anak, Pemuda, dan Keluarga (Children, Youth and Families)
* Seksualitas dan Kesehatan reproduksi (Sexuality and Reproductive Health)
* Hak Azasi Manusia (Human Rights)
* Kerjasama Internasional (International Cooperation)
* Pemerintahan (Governance)
* Masyarakat Madani (Civil Society)
* Reformasi Pendidikan (Educational Reform)
* Pendidikan Tinggi dan Keilmuan (Higher Education and Scholarship)
* Agama, Masyarakat dan Budaya (Religion, Society and Culture)
* Media (Media)
* Kesenian dan Budaya (Arts and Culture)

Untuk lebih jelasnya, Anda yang tertarik ingin mendaftar atau sekadar hanya ingin membagikan informasi ini ke masyarakat, bisa mengunjungi alamat situs mereka di: http://www.iief.or.id/ifp/faq.html#top. Gali lebih jauh informasi di dalamnya, dan manfaatkan sebaik-baiknya untuk menyongsong masa depan Anda dan mereka yang memerlukan.


Kedutaan Besar Jepang kembali menawarkan beasiswa Pemerintah Jepang (Monbukagakusho) yang diperuntukkan bagi para guru pada tahun akademik 2010/2011. Beasiswa ditutup pada Januari 2010.

Program penataran guru nongelar tersebut akan berlangsung selama 1,5 tahun mulai Oktober 2010, termasuk enam bulan belajar bahasa Jepang. Syarat utamanya, pelamar harus berusia di bawah 35 tahun dan merupakan pengajar lulusan S-1 atau D-4 di jenjang SD, SMP, SMA/sederajat, baik dari sekolah negeri maupun swasta. Pelamar telah mengajar lebih dari lima tahun di lembaga pendidikan formal pada 1 April 2010.

Untuk beasiswa ini, semua bidang pengajaran ditawarkan kecuali untuk Bahasa Indonesia, Bahasa Daerah, Bahasa Arab, Pendidikan Agama, dan Perhotelan. Selain itu, pelamar harus bersedia belajar Bahasa Jepang karena bahasa pengantar di universitas adalah Bahasa Jepang.

Beasiswa Program Teacher Training ini tidak disertai ikatan dinas. Beasiswa meliputi tiket pergi-pulang kelas ekonomi Jakarta-Jepang, biaya ujian masuk, biaya kuliah, uang pendaftaran, dan disediakan asrama yang pembayarannya diatur sendiri oleh penerima beasiswa. Selain itu, penerima beasiswa juga memperoleh tunjangan bulanan sebesar 170.000 yen per bulan dan akan ada kemungkinan mengalami perubahan setiap saat.

Pendaftaran dibuka sejak 16 November 2009 dan ditutup pada 29 Januari 2010. Informasi dan formulir pendaftaran bisa dilihat dan diunduh di www.id.emb-japan.go.jp/sch_tt.html.

Menjelang bulan Desember, penduduk Indonesia harus waspada terhadap serangan-serangan penyakit. Bulan ini dinilai menjadi waktu puncak pelepasan merkuri radikal yang berbahaya bagi kesehatan.

"Pada bulan Desember, matahari akan lebih dekat dengan daerah ekuator. Ini akan memicu pelepasan merkuri radikal yang berbahaya. Inilah yang terjadi di Indonesia," kata Kepala Balitbang Departemen Pertahanan Lilik Indrajaya dalam diskusi di Kantor Kementerian Negara Lingkungan Hidup di Jakarta, Jumat (20/11).

Dalam diskusi bertema "Militer: Peran dan Tantangannya dalam Menghadapi Perubahan Iklim" itu, Lilik juga memaparkan sejumlah data yang selama ini menjadi bahan penelitian dalam lembaganya. Pelepasan merkuri ke alam bebas tadi merupakan salah satu bencana yang harus diwaspadai dalam perubahan iklim sekarang ini, selain soal gempa bumi, longsor tektonik, dan juga letusan gunung berapi.

"Merkuri radikal itu bisa memicu (timbulnya) virus, infeksi. Jadi, nanti banyak yang linu-linu. Makanya anak autis itu biasanya lahir bulan Agustus karena kehamilannya mulai Desember," tambah Lilik.

Perubahan iklim itu juga memengaruhi terjadinya pencairan es di kutub bumi dan dampaknya akan sangat terasa di negara khatulistiwa seperti Indonesia. Menteri Negara Lingkungan Hidup Gusti Muhammad Hatta mengatakan, kenaikan suhu global dalam beberapa tahun mendatang dapat menaikkan muka air laut hingga 80 cm dan mengancam 30 juta penduduk tepi pantai.

"Yang mencair (es) di kutub, tapi karena gaya putar sentrifugal bumi, negara ekuator yang paling terasa karena permukaan airnya akan naik," papar Lilik.

Dalam diskusi itu, pakar hubungan internasional dari Institut Nautilus Australia, Richard Tanter, menekankan bahwa militer juga punya peran penting dalam upaya menghadapi perubahan iklim global. Selain berperan serta dalam upaya mitigasi bencana, militer dapat ikut andil dalam mengawal pelaksanaan rencana pemerintah dalam menghadapi perubahan iklim tersebut.

Sumber: Yahoonews.com

Menteri Pertanian diminta membebaskan biaya inseminasi buatan (IB) untuk membantu pengembangan usaha pembibitan sapi di dalam negeri.

Anggota Komisi IV DPR RI Siswono Yudhohusodo, di Jakarta, Jumat (20/11), mengatakan, dalam budidaya peternakan, usaha pembibitan atau breeding merupakan yang paling tidak menguntungkan sebaliknya usaha penggemukan adalah usaha yang memberikan keuntungan besar.

Oleh karena itu, tambahnya, tidak banyak pelaku usaha yang menjalani usaha pembibitan ternak sapi sehingga hal itu berdampak pada tingginya biaya IB yang harus ditanggung peternak.

"Sekali mengawinkan sapi dengan IB, peternak harus mengeluarkan biaya Rp50.000," kata mantan Ketua Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) itu.

Hal itu, menurut dia, mengakibatkan lambannya peningkatan populasi ternak sapi di dalam negeri yang mana hal itu terlihat pada jumlah sapi secara nasional sebanyak 11 juta ekor dibawah target yang ditetapkan sebanyak 14,8 juta ekor tahun ini.
Untuk itu, lanjut Siswono, pemerintah menggunakan APBN ataupun APBD untuk membiayai pelaksanaan IB sehingga peternak bisa secara cuma-cuma mengawinkan sapinya.

Dalam Rencana Strategis Pembangunan Pertanian 2009-2014, salah satu program prioritasnya yakni pemerintah menyediakan anggaran sebesar Rp3 triliun per tahun untuk pengadaan bibit sapi sebanyak 200 ribu ekor per tahun.

Sementera itu, secara terpisah, Perhimpunan Peternak Sapi dan Kerbau Indonesia (PPSKI) mengusulkan kepada pemerintah dalam hal ini Departemen Pertanian untuk melakukan audit data populasi sapi maupun produksi daging di dalam negeri.

Ketua PPSKI, Teguh Boediyana, mengatakan, Departemen Pertanian semestinya tidak hanya melakukan audit data lahan sebagai salah satu program 100 hari, namun juga data-data lainnya terutama komoditas yang ditargetkan sebagai swasembada 2014.

"Jika Mentan ragu dengan data lahan pertanian dan akan melakukan audit ulang, seharusnya hal itu juga diterapkan pada data-data yang lain terutama komoditas yang ditargetkan swasembada 2014," katanya melalui layanan pesan singkat.

Menurut dia, dengan adanya audit data peternakan tersebut diharapkan program dan kebijakan pemerintah, khususnya untuk subsektor peternakan lebih efektif.
Sumber: mediaindonesia.com(Ant/OL-7)

Kalau posting kemarin membahas tentang penanganan beranak pada induk sapi, kali ini disajikan tulisan tips penenganan induk beranak pada kambing. Intinya sebenarnya sama, yang membedakan hanya obyeknya saja.

Pada prinsipnya apabila proses kelahiran normal umumnya induk kambing tidak memerlukan bantuan manusia, akan tetapi pengawasan para peternak tetap harus dilakukan. Hal ini untuk menjaga anak yang baru lahir tidak jatuh ke lantai kandang terlalu keras, atau untuk menjaga anjing yang ada dan biasanya berkeliaran di sekitar kandang beranak. Hal ini penting terutama untuk menghindari anjing tidak masuk kandang dan memakan sisa ari-ari yang keluar dari induk kambing yang lagi beranak.

Pertolongan pada kelahiran anak kambing diperlukan apabila terjadi kelainan atau kesulitan bagi induk kambing dalam proses beranak. Kesulitan-kesulitan tersebut umumnya dapat disebabkan oleh faktor-faktor berikut:
1. Posisi anak kambing yang tidak normal, seperti posisi anak melingkar, posisi anak terbalik atau sungsang, anak kembar yang terlalu besar, salah satu kaki depan ke belakang, kepala menengok ke belakang, dan lain sebagainya.
2. Pinggul induk yang terlalu sempit.
3. Kondisi induk yang tidak sehat atau sakit sehingga terjadi kesulitan beranak.
4. Mummifikasi fetus atau kematian anak dalam kandungan.

Nah, sebelum mempersiapkan penanganan terhadap induk kambing yang akan beranak, ada baiknya mengetahui beberapa proses yang dilalui induk kambing sebelum tahapan beranak. Hal utama yang harus diketahui peternak adalah lama kebuntingan pada kambing (gestation period), yaitu pada kambing rata-rata adalah 150 hari (143-157 hari). umur kebuntingan ini dapat dijadikan petunjuk bagi peternak untuk mempersiapkan penanganan kelahiran, selain kambing juga menunjukkan tanda-tanda yang khas sebelum proses beranak. Karena itu peternak sebaiknya selalu mengetahui saat kelahiran yang tepat setiap anak kambingnya.

Selanjutnya persiapan yang harus dilakukan peternak terhadap induk kambing yang bunting tua adalah menempatkannya pada kandang beranak yang dibuat khusus. Kandang ini diusahakan bersih dan diberi alas yang kering. Tujuan penempatan induk kambing bunting ini juga adalah agar terhindar dari gangguan kambing lainnya, terutama kambing pejantan.
Pengetahuan lain yang harus diketahui peternak adalah tanda-tanda kambing yang akan beranak. Sebagai panduan, beberapa tanda atau gejala induk kambing yang akan beranak sebagai beriku:
1. Induk kambing gelisah, menggaruk-garuk tanah atau lantai kandang.
2. Ambing mulai membengkak.
3. Urat daging vulva mulai mengendur.
4. Alat kelamin membengkak, berwarna kemerah-merahan.
5. Keluar lendir dari alat kelamin.
6. Sering kencing.
7. Adanya gerakan-gerakan anak kambing di dalam perut, apabila gerakan tersebut pada posisi horizontal maka kelahiran akan terjadi 2-3 jam lagi.

Proses kelahiran anak kambing berlangsung dalam waktu yang cepat. Kelahiran anak yang pertama dan anak berikutnya berlangsung selama 15-30 menit. Proses kelahiran mula-mula ditandai dengan pecahnya kantong ketuban dan beberapa saat kemudian akan tampak anak mulai keluar. Jika selama 45 menit setelah ketuban pecah dan anak belum lahir, berarti terjadi kelainan.

Oleh karena itu, proses kelahiran harus segera dibantu. Langkah-langkah yang harus dilakukan dalam membantu induk kambing yang mengalami kesulitan beranak adalah:
1. Alat kelamin dan daerah sekitarnya dibersihkan. Peternak atau orang yang membantu kelahiran harus memotong kuku-kuku jari tangan.
2. Tangan harus didesinfeksi atau dicuci dengan sabun dan dapat diolesi vaselin/minyak kelapa sebagai pelumas yang berguna memudahkan masuknya tangan ke dalam vagina kambing.
3. Masukkan tangan dengan posisi menguncup ke dalam alat kelamin kambing dengan hati-hati dan pelan-pelan.
4. Dengan jari-jari tangan yang masuk tersebut kita dapat merasakan kaki, kepala, dan bagian lain dari anak kambing. Pastikan posisi bagian-bagian tubuh anak kambing tersebut.
5. Lakukan reposisi atau perbaikan posisi anak kambing yang tidak normal tersebut ke posisi yang benar, selanjutnya anak kambing dapat dikeluarkan dengan cara ditarik keluar dengan perlahan.

Setelah anak kambing tersebut lahir, perlu dilakukan perawatan terhadap induk kambing yang baru beranak. Beberapa yang perlu dilakukan antara lain;
1. Induk kambing harus dibersihkan terutama pada bagian-bagian yang terkena darah atau sisa-sisa cairan post partus. Bagian pantat, kemaluan, ekor, ambing dibersihkan dengan air/air hangat sampai bersih. Ini dimaksudkan untuk menghilangkan darah atau cairan yang masih menempel, karena adanya darah atau cairan tersebut dapat mengundang hinggapnya lalat-lalat yang dapat menjadi vektor dari ulat (terjadinya myasis).
2. Memberikan makanan yang cukup dan baik yang dapat membantu pulihnya kondisi post partus dan membantu dalam pemenuhan/produksi air susu bagi anak-anaknya.
3. Bila kondisi lemah, induk dapat disuntik vitamin dan terapi suportif lainnya.

Proses beranak atau melahirkan bagi sapi betina merupakan bagian penting dari proses reproduksi yang dimulai dari perkawinan/inseminasi, kebuntingan dan akhirnya beranak. Tahapan-tahapan penting ini memberikan tanda-tanda khusus yang dapat diamati oleh pengelola peternakan atau para peternak sapi. Keberhasilan pemeliharaan sapi betina sangat ditentukan oleh baiknya proses reproduksi yang dilalui oleh sapi induk. Kerena sapi beranak satu kali dalam setahun/semusim maka kelahiran anak yang lancar tanpa mengalami kesulitan akan sangat menguntungkan peternak.

Untuk itu kelahiran anak dari induk yang sehat tanpa mengalami kesulitan melahirkan akan juga berpengaruh terhadap perkembangan anak yang dilahirkan, juga akan berpengaruh terhadap induk sapi tersebut dalam rangka mempersiapkan diri menghadapi tahapan-tahapan reproduksi atau kebuntingan berikutnya.

Selain dari faktor sapi, faktor peternak juga harus berperan aktif dalam membantu kelancaran reproduksi sapinya. Khusus menjelang sapi beranak, peternak harus rajin mengamati tanda-tanda sapi yang akan segera beranak terutama pada kebuntingan tua. Bagaimana tanda-tanda sapi yang akan melahirkan?, berikut panduan buat para peternak:
a. Ambing membesar dan terdapat tonjolan-tonjolan vena di sekitarnya. Dari puting keluar kolostrum apabila dipencet. Urat-urat daging sekitar vulva tampak mengendor sehingga sebelah kanan dan kiri pangkal ekor kelihatan cekung, dan diperkirakan kelahiran akan terjadi kurang dari 24 jam. Hal ini diikuti dengan pengendoran ligementum sacropenosum tuberosum.
b. Jika saat beranak tiba, maka induk sapi menjadi gelisah dan berjalan berputar-putar, sebentar tidur, sebentar berdiri, dan kadang-kadang mengeluarkan feses sedikit-sedikit.
c. Vulva kelihatan memerah, bengkak dan keluar lendir.

Menurut Partodihardjo (1980), tanda-tanda akan datangnya suatu kelahiran pada ternak, pada umumnya hampir sama dari spesies ke spesies. Pada sapi tanda yang dapat diamati antara lain:
1. Induk sapi gelisah, edema pada vulva, lendir yang menyumbat serviks mencair, kolostrum telah menjadi cair dan mudah dipencet keluar dari puting susu.
2. Terjadi relaksasi pada bagian pelvis, terutama ligamentum sacrospinosum dan tuberosum. Relaksasi ini menyebabkan urat daging di atas pelvis mengendor. Jika diraba, urat daging di sebelah kiri dan kanan pangkal ekor terasa kendor dan lunak jika dibandingkan dengan perabaannya pada waktu kebuntingan masih berumur 6 atau 7 bulan. Bila urat daging yang menghubungkan pangkal ekor dengan tuber ischii ini telah sedemikian kendornya, maka dapat diramalkan bahwa kelahiran sudah tinggal 24-48 jam lagi.
3. Relaksasi urat daging pangkal ekor ini sekali-sekali disertai dengan kenaikan pangkal ekor (agak menjadi tegak seperti pada waktu sapi sedang birahi/estrus).
4. Vulva yang bengkak besarnya menjadi 2 sampai 4 kali daripada sebelumnya, dan jika dipegang terasa sangat lembek.
5. Perubahan lain yang sangat menonjol menjelang kelahiran adalah lendir serviks dan pembukaan serviks. Lendir serviks pada kebuntingan tua, 8 sampai 9 bulan berubah dari kental sekali menjadi agak cair.
6. Menjelang kelahiran, lendir yang kental berwarna kuning jernih mencair seperti madu meleleh dan volumenya menjadi banyak serta sifatnya lebih cair. Jika dimasukkan jari ke dalam serviks maka teraba serviks sudah mulai terbuka.
7. Pembukaan serviks dapat diikuti dengan cara memasukkan jari ke dalam lumennya. Jika satu jari dapat masuk maka diramalkan bahwa kelahiran masih kurang 3 hari; jika terbuka selebar 2 jari maka kelahiran diramalkan akan terjadi 1-2 hari kemudian, dan jika terbuka selebar 3 jari, kelahiran dapat berlangsung beberapa jam sampai 1 hari kemudian.

Apabila sapi sudah memperlihatkan gejala-gejala akan melahirkan maka harus dipersiapkan segala peralatan yang diperlukan terutama untuk pedet yang baru lahir. Di samping itu beberapa persiapan yang perlu dilakukan adalah:
a. Untuk induk sapi yang akan melahirkan perlu ditempatkan pada kandang beranak atau padangan yang kering dan bersih. Kegunaan kandang beranak tersebut yaitu memudahkan pergerakan induk sapi sebelum melahirkan atau ketika proses kelahiran berlangsung, karena perbaikan fetus dalam kandungan akan lebih mudah jika induk sapi dalam keadaan bergerak/berjalan.
b. Amati perubahan tiap jam/sekali. Amati terhadap gejala partus dan siap memberikan bantuan bila diperlukan.
c. Jika induk sapi tampak sehat dan proses melahirkan (partus) akan berjalan normal maka pertolongan dari luar tidak diperlukan. Pertimbangan bahwa partus akan berjalan normal ialah mengenal tanda-tanda partus dengan baik, memperhitungkan waktu dan tahap kelahiran serta stadium-stadium perejanan. Jika waktu dan stadium maupun tahap kelahiran tidak menyimpang terlalu banyak dari kebiasaannya, maka proses partus pada umumnya akan berlangsung normal.


Posisi Ilmu Kedokteran Hewan
1. Termasuk dalam rumpun Ilmu Pertanian (SK Mendiknas No. 0411/U/1994 tentang Kurikulum yang Berlaku Secara Nasional Program Sarjana Ilmu Pertanian).
2. Keputusan DirJen Dikti Depdiknas No. 163/DIKTI/KEP/2007 tentang Penataan dan Kodifikasi Program Studi pada Perguruan Tinggi (Program Studi Kedokteran Hewan tidak ada)
3. Apakah dapat diakui sebagai ilmu kedokteran dengan obyek utamanya hewan.

Memposisikan Ilmu Kedokteran pada Profesi Bidang Kedokteran
1. Di kalangan kedokteran manusia di Indonesia dilakukan perjanjian kerjasama antara Dirjen Dikti, Dirjen Layanan Medik dan Ketua Umum Ikatan Dokter Indonesia (IDI) tentang Pengelolaan Sistem dan Penyelenggaraan Pendidikan Profesi Bidang Kedokteran (tahun 2001).
2. Maksud perjanjian kerjasama adalah untuk menjabarkan pengelolaan sistem dan penyelenggaraan pendidikan profesi bidang Kedokteran.
3. Tujuan perjanjian kerjasama adalah untuk mengatur wewenang dan tanggung jawab masing-masing pihak dalam upaya meningkatkan kualitas dan kuantitas pendidikan profesi bidang kedokteran.
Apakah Kedokteran Hewan Perlu Melakukan yang Sama?
Dalam audiensi PB PDHI bersama Dekan-dekan/Perwakilan FKH se Indonesia dengan Dirjen Dikti pada tanggal 15 Mei 2007, diberikan arahan agar melakukan yang lebih kurang sama yaitu perjanjian kerjasama antara DirJen Dikti – PB PDHI – Depkes/Dirjen P2MPL (pada IDI dari Depkes oleh Dirjen Layanan Medik).

Sejarah WVA
Professor John Gamgee from the Veterinary College of Edinburgh took the initiative in April 1863 to invite veterinarians from all over Europe to a general meeting in Hamburg, Germany 14-18 July 1863. The topic of the meeting was discussion on systems to combat epizootic diseases. This meeting became the first International Veterinary Congress later known as The World Veterinary Congress. At the 8th World Veterinary Congress in Budapest, Hungary 1906 a Permanent Committee was formed to be the organizational link between congresses. At the 15th Congress in Stockholm, Sweden in 1953 it was decided to form an international association. The Permanent Committee worked with a Constitution of the World Veterinary Association until the 16th Congress in Madrid, Spain in 1959 where the World Veterinary Association was founded as a continuation of the Permanent Committee for the International Veterinary Congresses.CIRI – CIRI PEKERJAAN PROFESI
1. Mengikuti pendidikan sesuai standar nasional
2. Pekerjaaannya berlandaskan etik profesi.
3. Mengutamakan panggilan kemanusiaan dari pada keuntungan
4. Pekerjaannya legal melalui perizinan
5. Anggota – anggotanya belajar sepanjang hayat.
6. Anggota – anggotanya bergabung dalam sebuah organisasi profesi.

Tantangan Kita Saat Ini
1. Legislasi (UU Naskeswan, UU PKH dan UU Vet) -à dapatkah menjadi payung hukum untuk “claim” kita dalam fungsi dan otoritas veteriner?
2. Asean Framework Agreement on Services (AFAS) : membuka persaingan jasa veteriner mulai April 2009 ini sebagai kelanjutan perjanjian 15 tahun yang lalu. -à apakah regulasi pemerintah Indonesia berkenaan masuknya tenaga-tenaga asing veteriner ini maupun persyaratan keorganisasian bisnisnya sudah ada? atau bila diterbitkan oleh DepTan apakah draft yang pernah disusun bersama PBPDHI telah memadai dan mampu dipenuhi termasuk oleh para drh Indonesia (setiap persyaratan harus dipertanggungjawabkan sesuai SPS).
3. Sangat mendesaknya standarisasi kompetensi Dokter Hewan serta layanan jasa veteriner di tiap sektor keahlian yang terjamin (tersertifikasi).

Hal-hal yang Harus Ada Menghadapi Tantangan-Tantangan Profesi
1. Regulasi tentang investasi asing dalam usaha layanan jasa veteriner (oleh Deptan/Pusat Perizinan dan Investasi)
2. Bagaimana regulasi untuk vet services di Indonesia, baik untuk dokter hewan dalam negeri dan dokter hewan asing (keberadaan majelis-majelis, National Board Exam dan Surat Tanda Registrasi Veteriner).
3. Bagaimana Siskeswannas dan Animal Diseases Control menghadapi EID – yang dihadapi dengan OWOH à Deptan.
4. Bagaimana semua dokter hewan memiliki persepsi yang sama tentang profesinya.

Tantangan Terbesar yang dihadapi saat ini adalah Menghilangkan citra :
“Dokter hewan selalu berkonflik dengan sesama dokter hewan sendiri sehingga tidak patut menjadi pemimpin”.Cara Terbaik Menghilangkan Citra ini adalah :
1. Diperlukannya segera majelis-majelis profesi yang bermartabat dan berwibawa secara nasional serta didukung oleh unsur-unsur dari 3 pilar sebagaimana diuraikan sebelumnya.
2. Pembentukan MP2KH adalah sebagai cikal bakal Kolegium Majelis Kedokteran Hewan yang bilamana terwujud UU Praktek Kedokteran Hewan akan menjadi Konsil Kedokteran Hewan Indonesia.

Pentingnya MP2KH/Majelis Kolegium Kedokteran Hewan
a. Asosiasi Fakultas Kedokteran Hewan (PTKHI)bersama Kolegium Organisasi Profesi (Kolegium Profesi) duduk bersama dalam suatu Majelis yang secara nasional berwenang menerbitkan pernyataan-pernyataan ilmiah untuk isu-isu nasional kepada masyarakat dan bila perlu menyampaikan opininya secara bersama kepada pimpinan departemen teknis yang terkait maupun pimpinan pemerintahan/negara.
b. Majelis ini juga merumuskan prosedur-prosedur dan substansi-substansi dalam rangka penjaminan keilmiahan serta perilaku professional yang menjadi rambu-rambu profesi yang kemudian disahkan dengan Ketetapan Kongres.

Kolegium
a. Kolegium adalah badan/majelis pakar yang dibentuk oleh organisasi profesi untuk masing-masing bidang disiplin ilmu (ONT) yang bertugas mengampu disiplin ilmu tersebut.
b. Kolegium Profesi adalah gabungan antara fungsionaris bidang ilmiah PB PDHI bersama perwakilan majelis pakar organisasi non teritorial yang bersifat otonom yang bertanggung jawab kepada Ketua Umum PB PDHI (diartikan bertanggung jawab kepada Kongres PDHI).

MP2KH harus diartikan sebagai Kolegium Majelis Kedokteran Hewan Indonesia yang beranggotakan :
- Asosiasi bidang disiplin ilmu (Dewan Pakar dan Ketua ONT)
- Asosiasi institusi pendidikan kedokteran (PTKHI/Forum Dekan?)
- Ikatan Rumah Sakit Hewan Pendidikan, dan lain-lainnya.

HAL – HAL YANG HARUS DIPERSIAPKAN MAJELIS PENDIDIKAN & PROFESI KEDOKTERAN HEWAN (MP2KH)PDHI
1. Standar Pendidikan Profesi Dokter hewan
2. Standar Kompetensi
3. Registrasi
4. Penyelenggaraan Praktik
5. Pembinaan dan Pengawasan
6. Penegakan Disiplin
Yang arahnya untuk: Perlindungan Kepada Pasien (animal welfare), Mutu pelayanan Medis Veteriner, Kepastian Hukum Kepada Masyarakat, Klien dan dokter hewan.

KOMPETENSI
a. Kompetensi didefinisikan sebagai kelompok perilaku kompleks, terbentuk berdasarkan komponen pengetahuan, keterampilan dan sikap, yang merupakan kebisaan (ability) seseorang dalam melaksanakan tugas.
b. Seorang spesialis penyakit (termasuk dokter hewan) dalam melaksanakan kompetensinya dituntut untuk dapat bertanggung jawab sebagai profesional, manager, sarjana dan pendidik, penyuluh kesehatan dan pakar dalam hal penyakit.

Area kompetensi kedokteran yang harus dikuasai, antara lain:
1. Pengetahuan medik :
a. Ilmu Biomedik dan klinik
b. Epidemiologi
c. Ilmu sosial dan perilaku yang tetap dan berkembang serta aplikasinya dalam pelayanan veteriner.
2. Pelayanan yang memuaskan, tepat, efektif untuk mengatasi masalah kesehatan dan promosi kesehatan bidang kesehatan hewan.
3. Komunikasi dan hubungan antar manusia yang menghasilkan pertukaran informasi secara efektif dan kerjasama antara dokter hewan, masyarakat dan berbagai organisasi profesi.
4. Pembelajaran berbasis praktek untuk menginvestigasi dan mengevaluasi praktek dan layanan medik veteriner, menghargai serta mengasimilasi bukti-bukti ilmiah untuk memperbaiki praktek pelayanan dokter hewan.
5. Praktek berbasis sistem yaitu sikap peka dan tanggap terhadap keterkaitan masalah besar dengan sistem pelayan kesehatan yang dapat menggunakan sumberdaya secara efektif untuk optimalisasi.
6. Profesionalisme yaitu komitmen untuk memikul tanggung jawab profesional, keterikatan dengan etika serta peka terhadap berbagai populasi hewan yang mengarah kepada kepunahan dan masalah kesrawan.

Sumber: Drh. Wiwiek Bagdja, Ketua Umum PDHI Pusat

Hari Raya Idul Adha atau Idul Qurban tinggal 9 hari lagi, nah jika para sobat blogger yang kepingin ngerayain hari qurban itu mestinya dah siap-siap membeli hewan qurban. Sobat blogger bisa beli di pasar hewan atau tempat-tempat penampungan dan penjualan hewan qurban yang sudah banyak menjamur terutama di kota-kota besar seperti Jakarta, Semarang, Yogyakarta, Surabaya, Bandung, dan kota lainnya.

Kalau sekedar membeli hewan qurban khususnya kambing barangkali bukan hal yang sulit, tapi tahukah sobat bahwa hewan qurban yang dibeli harus sesuai persyaratan-persyaratan yang sudah ada ketentuannya menurut agama Islam. Beli kambing bukan hanya besar atau penampilan fisik yang besar akan tetapi harus disertai dengan syarat-syarat kesehatan. Itu penting karena yang namanya hewan qurban, karena dagingnya nanti untuk dibagi-bagikan kepada yang berhak menerimanya haruslah daging yang sehat dan memenuhi syarat untuk dikonsumsi.

Nah, untuk itu lewat tulisan ini saya sedikit memberikan panduan dalam pemilihan ternak kambing yang akan diqurban.

Ternak yang akan diqurban pertama syaratnya harus dewasa atau mencapai umur yang telah ditentukan, untuk kambing harus sudah mencapai umur setahun atau lebih. sedangkan syarat lainnya yang sangat penting adalah kesehatan kambing itu sendiri. Kesehatan yang harus dilihat adalah kambing tidak ada cacat fisik, kambing besar atau gemuk, tidak buta sebelah yang jelas/atau dua-duanya, jalannya tidak pincang,dan cacat tubuh lainnya. yang terpenting sobat harus benar-benar mengecek bentuk fisik/ada kelainan apa ndak karena adanya kelainan-kelainan itu dapat menjadikan hewan qurban sobat nantinya makruh untuk di qurban. Untuk mengetahui status kesehatannya, sobat bisa menanyakan surat keterangan kesehatan ternak kambing tersebut (kalau ada) namun untuk bagian besar penyalur atau penjual yang telah lama mengusahakan hewan qurban pasti sudah memeriksakan kesehatannya (ada surat keterangan kesehatan hewan).

Beberapa bentuk atau penampilan fisik yang makruh dari hewan qurban antara lain:telinga dan ekornya putus atau telinganya sobek memanjang dan melebar; pantat atau ambing susunya terputus, atau sebagian ambing susunya putus (untuk yang betina);kehilangan gigi atau ompong;tidak bertanduk atau kehilangan tanduk.

sobat blogger, barangkali itu beberapa hal yang penting harus diperhatikan dalam membeli ternak kambing yang diniatkan untuk di qurban. Selamat berqurban, semoga sobat selalu tulus dan ikhlas dalam berqurban demi kejayaan Islam...Amin..Amin...Amin.

Author Name

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.