Maret 2011

Pembangunan peternakan diharapkan bisa menyerap sekitar 3 juta tenaga kerja pada tahun 2011. Target penting lainnya adalah bisa meningkatkan produksi daging sapi, susu dan menarik investasi Rp 5,44 triliun. Bagaimana peluangnya?

Direktur Jenderal Peternakan Prabowo Respatiyo Caturroso mengungkapkan sasaran makro pembangunan peternakan tahun 2011 adalah tercapainya: 1) Produk Domestik Bruto (PDB) peternakan sebesar Rp. 39,74 triliun dengan pertumbuhan 4,19%, 2) Sasaran investasi Rp. 5,44 triliun, dengan pertumbuhan 11,7%; dan 3) kesempatan kerja sebanyak 3,15 juta orang.
Pengalaman dua tahun terakhir diperlukan upaya yang lebih keras dari tahun-tahun sebelumnya. Selama ini, pertumbuhan PDB peternakan selama kurun waktu 2005-2009 diukur berdasarkan harga konstan tahun 2000 yaitu sebesar 2,89%. Tingkat pencapaian PDB tersebut lebih rendah dari target pertumbuhan yang telah ditetapkan sebesar 4,51%. PDB peternakan pada tahun 2009 ditargetkan sebesar Rp 40,1 triliun sedangkan realisasinya hanya Rp 36:51 triliun (angka sementara).

Target investasi yang ditargetkan meningkat 4,31% per tahun, ternyata realisasinya baru mencapai 1,32% per tahun. Ini berarti minat investasi dari swasta, baik berupa Penanaman Modal Asing (PMA) maupun PMDN masih rendah. Pada tahun 2010 kinerja investasi telah terealisasi Rp. 4,9 triliun (angka sangat sementara).

Di bidang penyerapan tenaga kerja ditargetkan meningkat sebesar 2,00%, hasilnya pernah gemilang yakni dapat meningkat sampai 2,97%. Pada tahun 2004 misalnya penyerapan tenaga kerja subsektor peternakan baru mencapai 2,997 juta tenaga kerja kemudian meningkat menjadi 3,466 juta tenaga kerja pada tahun 2009. Namun penambahan tenaga kerja pada tahun 2010 di sektor ini menurun, realisasinya hanya 88,74 ribu orang atau 115% (angka sangat sementara) dari target 77,36 ribu orang.

Sasaran penyediaan per orang per tahun untuk daging adalah 6,94 kg/perkapita/tahun, telur 6,02 kg/perkapita/tahun; dan susu 12,53 kg/perkapita/tahun. Sedangkan sasaran konsumsi protein per kapita 2009 adalah 6,57 gr/kapita/hari.

Sumber:sinartani.com

Jumlah pasien terduga penderita flu burung (avian influenza) yang dirawat di Rumah Sakit Umum Pusat Dr M Djamil, Kota Padang, Sumatera Barat, terus bertambah. Menyusul dirujuknya lagi dua pasien baru ke rumah sakit tersebut, Rabu (9/3), maka sejak Januari hingga kini, total pasien terduga yang telah ditangani RS tersebut menjadi 14 orang.

Dua pasien baru yang masing-masing berumur 69 tahun dan 20 tahun itu berasal dari Kota Padang. Kepala Instalasi Humas dan Pengaduan Masyarakat RSUP Dr M Djamil, Gustafianof, mengatakan, penambahan jumlah pasien itu membuat pihaknya harus menambah dua tempat tidur untuk perawatan, dari yang sebelumnya hanya berjumlah delapan unit.

Namun, jika pasien terduga flu burung terus mengalir ke rumah sakit tersebut, dikhawatirkan jumlah ruangan isolasi untuk penanganan penyakit mematikan itu takkan lagi mencukupi.


Kepala Dinas Kesehatan Sumbar Rosnini Savitri mengatakan, jika jumlah pasien terduga flu burung terus berdatangan dan melebihi kapasitas perawatan di RSUP Dr M Djamil, Kota Padang, mereka akan dialihkan ke RS Ahmad Muchtar, Bukittinggi.

Terkait mulai maraknya flu burung di beberapa daerah di Jawa Timur, Pemerintah Kota Malang menerjunkan tim pemantauan flu burung mulai dari kelurahan hingga ke pasar.
”Petugas kami sudah diturunkan untuk memantau flu burung di Kota Malang. Sebab dengan adanya kasus di Surabaya maka dimungkinkan virus H5N1 bisa dengan cepat menyebar ke mana-mana. Cuaca hujan dan angin seperti saat ini amat mendukung perkembangan virus tersebut,” ujar Kepala Bidang Peternakan Dinas Pertanian Kota Malang, Yudi Broto.

Selain di Malang, virus flu burung belakangan ini juga sudah merebak di daerah Jatim lainnya, seperti Bondowoso, Gresik, Blitar dan Jember, Surabaya.

Pemerintah Kabupaten Lamongan cukup tanggap sejak dini dengan mengerahkan Tim Pelacak Penyakit dan Respons Cepat atau Participatory Disease Surveillance Respons.

Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Lamongan Wardoyo menjelaskan, langkah itu akan dibarengi sosialisasi penanganan flu burung di Kecamatan Lamongan, Sukodadi, Mantup, dan Babat.

Guna memutus rantai penularan flu burung, di Kabupaten Garut, Jawa Barat, sebanyak 1.395 unggas dari Desa Sukaratu dan Desa Sukamukti di Kecamatan Banyuresmi, dimusnahkan kemarin. (INK/CHE/ACI/DIA)

Sumber: Kompas.com





Wabah flu burung di Provinsi Jambi kian meluas. Memasuki pekan kedua Maret 2011 ini sudah enam kota dan kabupaten yang terserang wabah mematikan itu.

Kepala Dinas Peternakan Provinsi Jambi Husni Jamal di Jambi, Kamis (10/3/2011), mengatakan, enam daerah tingkat dua meliputi dua kota dan empat kabupaten kini sudah terserang flu burung.

"Wabah flu burung yang awalnya hanya menyerang lima desa di kabupaten Kerinci kini mewabah atau berjangkit di kota dan kabupaten lainnya," katanya.

Enam daerah yang sudah terjangkit flu burung itu meliputi Kota Jambi, Kota Sungai penuh, Kabupaten Kerinci, Sarolangun, Muarojambi, dan terakhir Kabupaten Merangin.
Langkah pemerintah dan masyarakat yang bisa membendung penyakit mematikan itu hanya dengan melakukan pemblokiran, penyemprotan, dan pemusnahan.

Flu burung merupakan penyakit endemik yang bisa muncul dan berkembang di suatu daerah karena iklim membuat daya tahan ternak jenis unggas itu lemah.

Musim hujan saat ini merupakan situasi yang membuat wabah itu mudah berkembang, karena ternak unggas, terutama yang diternak bebas, tidak bisa mencari makan dengan leluasa.

Penyakit membahayakan itu kini juga menyerang Sumatera Barat, tapi tidak berarti penyakit tersebut menyebar akibat lalu lintas hewan.

Pelarangan pemasaran hewan antardaerah bukan tindakan tepat untuk mencegah meluasnya wabah flu burung, namun tetap menjadi perhatian serius berbagai instansi terkait untuk melakukan pemeriksaan.

"Langkah yang paling tepat saat ini adalah menumbuhkan kesadaran dan kepedulian semua pihak terhadap penyakit tersebut, terutama peternak untuk melakukan penyemprotan dan pemusnahan bagi hewan yang sudah tertular," kata Husni Jamal.

Sumber: Kompas.com







Author Name

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.