Informasi Seputar Susu

Wah kok jadi bingung ngasi judul yang pas buat postingan kali ini….hehehehe. Mau ngasi judul yang ringan dan ringkas nanti dikira yang dibahas lain-lain. Judul yang berat malah terasa gak pas, akhirnya sudah pakai judul seperti di atas sajalah meskipun bagi saya pribadi rasanya juga kurang pas.

Nah judul mau pas apa nggak saya serahkan ke sobat pembaca, yang penting tujuannya sampai hehehehe dan postingan dibaca sampai habis gitu. Kali ini saya mencoba menulis informasi sekitar susu,,,,,jangan ngeres dulu yak karena topiknya seputar susu asal hewan, seperti susu kambing dan susu sapi.

Siapa yang tidak kenal air susu dan pernah meminumnya?, tentu jawabannya beragam ya. Nah untuk menambah informasi sekitar susu berikut kami coba uraikan satu per satu.

Pengertian air susu segar adalah air susu sapi atau hewan menyusui lainnya yang tidak dikurangi atau tidak dibubuhi sesuatu apapun dan diperoleh dari pemerahan sapi-sapi sehat secara langsung atau sekaligus.

Air susu adalah merupakan hasil pemerahan glandula mammae sapi perah sehat, diperoleh dengan pemerahan kontinyu dan sekaligus tanpa dikurangi atau ditambahi zat apapun juga, tetapi tidak termasuk air susu yang dihasilkan segera setelah melahirkan atau yang dikenal dengan susu jolong atau kolostrum. 
Menurut SK Dirjen Peternakan No.17/Kpts/DJP/Deptan/83, definisi air susu adalah susu sapi yang meliputi susu segar, susu murni, susu pasteurisasi dan susu sterilisasi. Alat penghasil susu pada sapi disebut ambing (kelenjar susu).

Apa saja kandungan air susu ?
Air susu mengandung semua asam amino esensial sehingga air susu baik untuk tubuh karena air susu dapat memasok semua kebutuhan asam amino yang diperlukan untuk mengganti sel–sel tubuh yang rusak atau sudah tua.

Zat–zat penyusun air susu ditemukan dalam perbandingan yang sempurna sehingga apabila ada bakteri yang mencemarinya akan tumbuh dengan baik karena semua zat yang diperlukan ada di air susu.

Untuk menjaga agar susunan dan keadaan air susu tidak terlalu cepat mengalami perubahan sehingga gizi yang tinggi dapat dipertahankan lebih lama serta untuk menghindari timbulnya kontaminasi oleh kuman-kuman patogen terhadap air susu, maka perlu dilaksanakan penanganan dan pengawasan terhadap air susu.

Zat-zat makanan yang berada dalam air susu berada dalam tiga keadaan berbeda. Pertama, sebagai larutan sejati seperti, karbohidrat, garam-garam organik dan vitamin. Kedua sebagai koloid terutama protein. Ketiga sebagai emulsi terutama lemak.

Komposisi dan susunan air susu
Komposisi susu tidak selalu sama akan tetapi selalu berubah yang dipengaruhi oleh banyak faktor. Komposisi air susu dapat dipengaruhi oleh jenis ternak, pakan, iklim, suhu, waktu pemerahan, serta umur ternak. Angka rata-rata untuk semua jenis kondisi dan jenis sapi perah adalah sebagai berikut.

Air
Air berfungsi sebagai bahan pelarut zat-zat penyusun air susu bahan kering dalam air susu yang terdapat dalam bentuk larutan koloid yaitu protein, emulsi lemak, dan sebagai larutan biasa yaitu laktosa, albumin, mineral dan vitamin. Air yang terkandung dalam air susu berkisar antara 82-89 % dengan rataan 87,2 %.

Lemak susu
Lemak susu merupakan zat penyusun air susu yang terpenting terdapat sebanyak 3,70 % dengan kisaran 2,5 % - 6 % dalam bentuk emulsi. Secara kimia lemak susu terdiri dari campuran antara trigliserida yang terbentuk dari tiga asam lemak dengan sebuah molekul gliserol.

Butir-butir lemak menyebabkan warna putih pada air susu karena sinar matahari direfleksikan kembali oleh butir butir lemak susu. Selain itu dalam lemak susu ditemukan juga beberapa bahan lain seperti vitamin A dan D. Demikian pula pro vitamin A yakni carotine yang memberikan warna kuning pada mentega.

Protein
Protein dalam Air susu merupakan komponen organik yang sangat penting untuk proses kehidupan. Protein tersusun dari asam asam amino. Air susu rata rata mengandung 3,2 % protein yang terdiri dari 2,7 % bahan keju dan 0,5 % albumin.
Terdapat tiga macam protein utama air susu yaitu kasein, laktalburnin dan laktoglobulin, ketiganya membentuk substansi koloidal di dalam air susu.

Laktosa
Laktosa adalah karbohidrat utama dari air susu dalam bentuk alpha dan beta. Kadarnya adalah 4,90 % dengan kisaran 3,50 6,00 %.
Laktosa merupakan gula kembar yang terdiri dan glukosa dan galaktosa. Rasanya tidak semanis gula biasa (sukrosa), rasa manis air susu ini berkurang oleh adanya mineral dan protein di dalamnya. Laktosa dapat rusak oleh beberapa macam kuman, dan yang terpenting adalah kuman kuman asam susu.

Mineral
Mineral dalam air susu ditemukan dalam perbandingan yang sangat sempurna sehingga arnat dibutuhkan ternak dan manusia. Kadar mineral dalam air susu adalah 0,70 % dengan kisaran 0,60-0,75%.

Mineral mineral itu antara lain, kalsium, fosfor, natrium chlor, magnesium juga ditemukan belerang dan elemen lainnya.

Zat-zat lain
Air susu juga mengandung zat zat lain, yaitu enzim fosfolipid, sterol, vitamin, pigmen dan non protein nitrogen (NPN). Enzirn yang ditemukan di dalam air susu antara lain peroxydase, reduktase, katalase, fosfatase.

Enzim enzim ini menyebabkan perubahan kimiawi berbagai zat zat di dalam air susu karena enzim bertindak sebagai katalisator. Fosfolipid di dalam air susu ± 0,03 % terutama lesitin, spingormelin dan chepalin. Sterol utama yang terdapat di dalarn air susu adalah kolesterol dalam jumlah yang sangat kecil yaitu 0,01 sampai 0,016 %.

Vitamin yang larut dalam lemak susu adalah vitamin A, pro vitamin A, vitamin D, vitamin E, vitamin K. Zat non protein nitrogen (NPN) terdapat dalam air susu dalam jumlah sangat kecil. Zat ini antara lain adalah urea, amonia kreatinin, kreatin, metil guanidil, asam urat, adenin, guanine, hiposantin, asam hipurat, dan indikan.

Informasi Seputar susu, hewan besar, kesmavet, pangan asuh

Posting Komentar

Terima kasih sudah mampir di blog ini dan jangan lupa tuliskan komentar anda. JANGAN SPAM...Oke!

[blogger][facebook]

Author Name

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.