Ini Dia Daging Sapi Termahal di Dunia


Daging sapi menjadi salah satu makanan yang paling disukai oleh masyarakat karena rasanya yang lezat, kaya akan gizi yang berguna bagi tubuh. Daging dapat dimasak menjadi berbagai jenis masakan, daging dapat digoreng, direbus dan diolah menjadi berbagai macam hasil olahan.
Pengolahan bahan sapi cukup beragam kita jumpai.  Dendeng, sossis nugget, corned beef, steak, sampai bakso yang terbuat dari daging sapi.
Daging sapi yang beredar di pasaran juga banyak dijumpai dalam bentuk segar maupun beku. Daging tersebut ada yang berasal dari rumah potong tradisional maupun modern, dengan jenis sapi yang dipotong bermacam-macam, seperti sapi lokal yang dipelihara di berbagai daerah di Indonesia maupun sapi ras yang berasal dari luar negeri tetapi sudah dikembangbiakkan di Indonesia, seperti Limosin, Simental, Brangus, dan Brahman.
Daging sapi lokal biasanya mudah dijumpai di pasar-pasar tradisional dan sebagian kecil masuk pasar modern dan supermarket.
Jenis daging premium yang berasal dari rumah potong modern dan biasanya daging impor banyak dijumpai di pasar-pasar modern dan supermarket.
Dari sekian banyak jenis daging sapi yang ada di dunia, tahukah anda daging sapi kualitas premium dan harganya selangit ?. membayangkan rasanya bagaimana ya?.

Daging sapi termahal di dunia itu bernama daging sapi Wagyu. Kata Wa dan Gyu. Wa berarti Jepang dan Gyu berarti sapi. Sapi tersebut merupakan sapi bertanduk  dan berbulu hitam atau merah. Sapi wagyu pertama kali diimpor ke Australia pada tahun 1990, yang kemudian dikembangkan dengan mendatangkan pure breedbull Wagyu dan sapi dari Amerika Serikat untuk meningkatkan program pemuliaan sapi mereka sehingga dihasilkan sapi yang dikenal dengan nama Red Wagyu yang berasal dari Australia.
Sapi wagyu terkenal karena pola marmer pada dagingnya dan kualitasnya. Daging jenis ini umumnya dijual dengan harga yang mahal.
Daging sapi Wagyu mempunyai kekhasan berupa jaringan lemak daging yang berpola marmer yang dikenal dengan istilah Marbling.  Lemak ini akan meleleh pada saat dimasak sehingga memberikan citarasa yang lezat pada saat kita menyantapnya.
Ketika ditaruh di telapak tangan, daging akan terasa seperti meleleh karena hanya bertahan pada suhu 31 derajat celcius (suhu normal tubuh manusia adalah 36 derajat celcius). Lelehan itu merupakan lemak dari yang membuat daging ini terasa empuk di lidah.
Adanya marbling ini membuat daging memiliki cita rasa yang enak di lidah pengkonsumsinya. Marbling menjadikan daging terasa empuk, karena berperan sebagai bahan pelumas pada saat daging dikunyah dan ditelan, juga berpengaruh terhadap sari minyak dan aroma dari pada keempukan daging tersebut.
Semakin banyak marbling-nya, semakin mahal harganya. Banyaknya marbling ditentukan oleh tingkatannya, dari yang terendah yaitu 3-4 sampai tertinggi 9. Harga Wagyu jenis 9 bisa mencapai Rp 2,5 juta untuk berat 100 gram.
Selain itu lemak daging wagyu merupakan lemak tidak jenuh yang mengandung asam lemak omega-3 dan omega-6 yang tinggi sehingga memberikan efek yang baik bagi kesehatan tubuh.
Di beberapa daerah di Jepang, daging diberi nama sesuai wilayah produksinya, contohnya daging Kobe, Mishima, Matsusaka, Ōmi, dan Sanda.
Daging sapi Kobe di jual dengan harga 31.500 Yen per 870 gram kalau di rupiahkan Rp 3.700.000 per 870 gram. Menurut para pakar masakan terkemuka didunia, daging sapi kobe memiliki kontur yang berbeda dengan daging sapi lain, ini dikarenakan lapisan lemak antar serat daging yang banyak, selain itu warna daging, warna lemak, lapisan lemak dan tekstur daging, kobe beef memiliki nilai sempurna untuk semuanya.
Saat ini daging sapi Wagyu tidak hanya berasal dari Jepang. Australia dan Amerika kini juga dikenal sebagai penghasil wagyu. Bahkan Indonesia juga mulai mengembangkan sapi penghasil daging Wagyu dan telah berhasil mengekspor perdana ke Myanmar.

Posting Komentar

Terima kasih sudah mampir di blog ini dan jangan lupa tuliskan komentar anda. JANGAN SPAM...Oke!

[blogger][facebook]

Author Name

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.